*** EKG (Elektrokardiografi) & Jantung Kita***

***BLOG INI BERISI TENTANG ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG), KESEHATAN JANTUNG, SERTA PENGETAHUAN/SKILL YANG BERGUNA BAGI TENAGA KESEHATAN KHUSUSNYA PARA PERAWAT AGAR LEBIH PERCAYA DIRI DAN MENINGKATKAN KEPROFESIONALANNYA DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN SEBAGAIMANA MESTINYA*** ***LICENSE BOLEH TINGGI, TAPI TANPA DIBEKALI PENGETAHUAN ATAU KETRAMPILAN YANG CUKUP TENTANG MEDIS, MAAF....PROFESI PERAWAT SELALU AKAN DIPANDANG SEBELAH MATA ***

 
MATERI KURSUS EKG :
1. Basic Anatomi Fisiologi Jantung

2. Fundamental Elektrofisiologi Jantung

3. Fundamental EKG

4. Normal EKG atau Normas Sinus Rhytm

5. Aritmia atau Dysritmia

6. Ekstrasistole

7. Blok

8. SVT or Supraventrikular Takikardi

9. Pembesaran Otot Jantung

10. Penyakit Jantung Koroner

11. Pre eksitasi Syndrome

12. EKG Miscellenius

13. Sistematika Membaca EKG

14. Silahkan kontak saya, 082128528085 or 0813125539326
Other things
Other things
Other things
Other things
Diskusi Jawaban Latihan EKG Strip No.31 - 45
Wednesday, July 01, 2009
Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.31

Saya yakin anda sudah terbiasa dengan gambaran EKG strip ini. Yang perlu saya tekankan disini adalah bentuk dan irama yang teratur walaupun dengan gambaran komplek QRS yang sangat lebar. Kenapa saya katakan komplek QRS? karena impuls jantung berasal dari pacemaker di ventrikel dan merupakan depolarisasi otot ventrikel yang walaupun dengan cara abnormal.

Kesimpulan : VENTRIKEL TAKIKARDI Dengan Gambaran Yang Monomorphic






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.32
1. Jarak RR interval antara beat yang satu dengan yang lain sama(34 kotak kecil atau 34 mm), menandakan iramanya teratur/regular. Tidak ada ditemukannya gel P dengan adanya komplek QRS yang melebar, menandakan pacemaker berasal dari furkinje.

2. Frekfensi jantungnya adalah 1500:34 kotak kecil = 44 x/menit

3. Tidak ada gel P,Q. Yang ada cuma gel R dan gel S yang melebar bersama dengan gel T, komplek QRS yang melebar.

4. Kesimpulan : ACCELERATED IDIOVENTRIKULAR , kenapa saya katakan accelerated? karena normal pacemaker pada furkinje adalah 20 - 40 x/menit, jadi kalau frekfensi jantungnya lenih dari 40 x/mnt atau antara 40 - 100 mengalami accelerated.







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.33
Seperti halnya dengan gambar EKG stri no.31, EKG strip yang ini juga sudah familiar didunia medis.

Kesimpulan : VENTRIKEL FIBRILASI







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.34
1. Secara umum RR interval jaraknya, tingginya sama dan teratur, akan tetapi kita tidak bisa mengatakan iramanya teratur karena di beat ke 4 & 15 tampak sekali komplek QRS abnormal dan lebar yang berasal dari ventrikel. Mungkin anda akan mengira kalau tampak adanya gel P, tapi itu bukan gel P melainkan gel T. Sebenarnya ada gel P dan tidak terlihat karena terbenam oleh gel T. Jadi pada kasus ini pace maker berasal dari atas ventrikel atau supra ventrikel dan bukan dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS adalah 17, jadi frekfensi jantungnya 17 x 10 = 170 x/menit.

3. Gel P tidak tampak karena terkubur bersama gel T,konfigurasi gelombang yang lain masih dalam batas normal kecuali tampak ST depresi dan komplek QRS yang abnormal di beat 4 & 15. Setiap Frekfensi jantung yang melebihi 120x/mnt biasanya akan diikuti oleh ST segmen depresi.

4. Kesimpulan : SUPRA VENTRIKULAR TAKIKARDI (SVT) or AVNRT Dengan 2 Unifocal VES/PVC di beat 4 & 15






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.35
1. Sudah jelas sekali kalau kasus ini iramanya tidak teratur, tidak ada gel P, dan komplek QRS yang tidak beraturan dengan berbagai macam bentuk. Kadang tampak seperi ventrikal takikardi dan vetrikel fibrilasi.

2. Frekfensi jantung tidak bisa kita ukur.

3. Tidak ada bentuk konfigurasi gel yang jelas, hanya tampak seperti ventrikel takikardi dan ventrikel fibrilasi yang berubah tidak beraturan.

4. Kesimpulan : TORSADE DE POINTES






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.36

1. Ada 3 komplek QRS dengan bentuk yang sama yaitu di beat 1,3 & 4, dimana jarak RR interval pada komplek QRS ini sama. Mungkin anda akan mengira iramanya teratur,tapi anda tidak bisa mengatakan iramanya teratur jika ditemukan komplek QRS yang berbeda atau ektra sistole. Lihat di beat ke 2 komplek QRS yang berbeda dengan 3 komplek QRS yang mempunyai bentuk yang sama, beat ke 2 menandakan adanya ekstra sistole dari ventrikel.
Tidak ditemukan adanya gel P, menandakan pacemaker berasal dari furkinje.

2. Frekfensi jantungnya adalah dengan mengalikan jumah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jmlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 4, jadi frekfensi jantungnya 4 x 10 = 40 x/menit.

3. Tidak ada gel P, hanya komplek QRS yang melebar ditiap beat.

4. Kesimpulan : IDIOVENTRIKULAR Dengan 1 Unofokal VES/PVC di beat 2






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.37
Saya yakin tidak ada yang belum tahu gambaran EKG strip ini...

Kesimpulan : ASISTOLE







Gambar EKG (elektrokardiografi)Strip No.38

1. Jarak RR interval dan PP interval antara satu beat dengan yang lainya adalah sama. Jadi kita katakan iramanya teratur.

2. Frekfensi jantunganya adalah 1500 : 35 kotak kecil = 42x/menit

3. Ada banyak gel P yang bisa kita lihat, dan ada 2 gel P yang tidak diikuti komplek QRS. Komplek QRS masih dalam batas normal, juga dengan gel Q,R,S,T masih dalam batas normal. Tapi anda bisa hitung PR interval, dimana PR interval mempunyai jarak yang sama ditiap beat. Adanya satu atau lebih gel P tidak diikuti oleh komplek QRS dan PR interval dengan jarak yang konstan (baik normal atau tidak)di setiap beat adalah ciri khas AV blok second degree type II.

4. Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGREE TYPE II 3 : 1 (kenapa 3:1? karena ada 3 gel P dan 1 komplek QRS) or High Degree/advanved 3 :1 AV blok







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.39
1. Jarak RR/PP interval antara beat yang satu dengan lainnya sama kecuali jika anda jeli. Coba ukur lagi RR interval antara beat 5 dengan 6 atau 6 dengan 7, tidak sama kan? ini menunjukan irama tidak teratur.
Adanya gel P yang bentuknya normal menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya adalah mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan
10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 8, jadi frekfensi jantungnya 8 x 10 = 80x/menit.

3. Tolong anda lihat beat ke 6, dimana pada beat ini tidak diawali dengan gel P tapi komplek QRS nya masih normal.Semua konfigurasi gelombang masih dalam batas normal kecuali PR interval yang memanjang dengan jarak yang sama di setiap beat.

4. Kesimpulan : AV BLOK FIRST DEGREE Dengan 1 Junctianal ekstra sistole/JPC dibeat 6






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.40

1. Jarak PP interval di setiap beat sama, tapi jarak RR interval di beat 3 & 4 tidaklah sama. Untuk menghitung frekfensi jantung selalu menggunakan komplek QRS dengan mengukur jarak RR interval antara beat ke beat. Jadi pada kasus ini kita katakan iramanya tidak teratur. Adanya gel P yang bentuknya normal menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya adalah mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 6, jadi frekfensi jantungnya 6 x 10 = 60x/menit.

3. PR interval secara progresive memanjang dan komplek QRS yang melebar,. Anda lihat beat 1 PR interval awalnya normal 4 mm atau 4 kotak kecil, di beat 2 dan 3 makin memanjang, dan antara beat 3 dengan 4 anda bisa lihat ada gel P yang tidak diikuti komplek QRS dan PR interval di beat ke 5 kembali dengan panjang PR interval 4mm atau 4 kotak kecil.

4. Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGREE TYPE I atau WENCKEBACH Dengan BUNDLE BRANCH BLOCK ( QRS melebar kemungkinan adanya BBB)







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.41
1. Tolong amati dengan jeli,pada kasus ini sama dengan kasus ekg strip no.40. RR interval tidak teratur, walaupun PP interval teratur tapi pada kasus ini tetap kita katakan kalau iramanya tidak teratur. Sudah pasti ada gel P menandakan irama dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya adalah mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah kmplek QRS adalah 7, jadi frekfensi jantungnya 7 x 10 = 70x/menit.

3. Baca point 3 di ekg strip no.40. Yang membedakan pada kasus ini mempunyai komplek QRS yang normal dan konfigurasi gelombang ekg lainnya normal, kecuali PR interval yang harus mendapat perhatian.

4. Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGRRE TYPE I Atau WENCKEBACH








Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.42
Pada kasus ini anda bisa lihat ekg strip no.38, yang membedakan hanya pada PP interval yang tidak sama, Gel T inverted, tidak ada gel Q.

Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGRRE TYPE II Dengan T Inverted







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.43
1. Anda harus bener2 jeli mangamati tiap konfigurasi gelombang. RR dan PP interval mempunyai panjang yang sama di setiap lead menunjukan irama teratur. Ada gel P menandakan irama dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya adalah 1500:26 kotak kecil = 58x/menit

3. Yang menarik buat perhatian kita pada kasus ini adalah konfigurasi komplek QRS yang tampak berbeda di setiap beat. Kenapa? karena gel P juga kadang ikut membentuk komplek QRS juga yang menyebabkan komplek QRS bentuknya berbeda di setiap beat. Coba anda ukur PP interval dengan melihat gel P antara beat 1&2 dengan beat 2&3 yang panjangnya 30 mm. Coba anda perhatikan dengan teliti, dimana setengah panjang PP interval yang saya sebutkan tadi (30mm)sebenarnya muncul gel P yang bisa muncul dimana saja, bisa di komplek QRS atau gel T yang menyebabkan bentuk konfigurasi gelombangnya akan tampak bebeda. Tampak juga komplek QRS yang melebar.

4. Kesimpulan : AV BLOK TOTAL/KOMPLIT atau AV BLOK THIRD DEGREE Dengan BBB







Gambar EKG (elektrokardiografi)Strip No.44

1. Sebenarnya irama dasarnya adalah teratur, karena adanya komplek QRS yang abnormal( di beat 4,7,9) sehingga RR interval antara beat yang normal dengan beat yang abnormal berbeda jaraknya dengan RR interval antara beat yang normal dengan beat yang normal. Hal ini kita katakan kalau iramanya tidak teratur, sehingga pada penghitungan frekfensi jantung menggunakan untuk irama yang tidak teratur. Adanya gel P menunjukan irama berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya dengan mengalikan jumlah komplek QRS daam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS adalah 9, jadi frekfensi jantungnya adalah 9 x 10 = 90x/menit.

3.Semua konfigurasi gelombang masih dalam batas normal, kecuali PR interval yang memanjang, komplek QRS yang abnormal dan berbeda bentuknya di beat 4,7,9.

4. Kesimpulan : AV BLOK FIRST DEGREE Dengan Multifocal VES/PVC di beat 4,7,9






Gambar EKG (elektrokardiografi)Strip No.45

Kurang lebihnya penjelasanya sama dengan ekg strip no.43.
Kesimpulan : AV BLOK TOTAL/KOMPLIT Atau THIRD DEGREE AV BLOK



Demikian diskusi jawaban latihan mambaca EKG strip, mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan atau jawabanya mungkin jauh dari kebenarannya. Silahkan jika ada yang ingin ditanyakan. Jika rumah sakit  berniat ingin mengadakan Inhouse Training Tentang pelatihan Interpretasi EKG bersama saya , silahkan hubungi Mr.Syahrul Maulana di 
087728706540 - 081321331122. 
Pin BB: 7DF1515C




posted by Abu Nazmah @ 4:21 PM  
Locations of visitors to this page
About Me

Name: Abu Nazmah
About Me:
Previous Post
Archives
Kursus EKG (elektrokardiografi)
  • Kursus EKG Bagian I
  • Kursus EKG Bagian II
  • Kursus EKGBagian III
  • Kursus EKG Bagian IV
  • Kursus EKG Bagian V
  • Latihan Membaca EKG Strip
  • Latihan Membaca EKG 12 Lead
  • Powered by

    BLOGGER

    © 2006 *** EKG (Elektrokardiografi) & Jantung Kita*** .Alternatives Healthy Life by NSS.