*** EKG (Elektrokardiografi) & Jantung Kita***

***BLOG INI BERISI TENTANG ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG), KESEHATAN JANTUNG, SERTA PENGETAHUAN/SKILL YANG BERGUNA BAGI TENAGA KESEHATAN KHUSUSNYA PARA PERAWAT AGAR LEBIH PERCAYA DIRI DAN MENINGKATKAN KEPROFESIONALANNYA DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN SEBAGAIMANA MESTINYA*** ***LICENSE BOLEH TINGGI, TAPI TANPA DIBEKALI PENGETAHUAN ATAU KETRAMPILAN YANG CUKUP TENTANG MEDIS, MAAF....PROFESI PERAWAT SELALU AKAN DIPANDANG SEBELAH MATA ***

 
MATERI KURSUS EKG :
1. Basic Anatomi Fisiologi Jantung

2. Fundamental Elektrofisiologi Jantung

3. Fundamental EKG

4. Normal EKG atau Normas Sinus Rhytm

5. Aritmia atau Dysritmia

6. Ekstrasistole

7. Blok

8. SVT or Supraventrikular Takikardi

9. Pembesaran Otot Jantung

10. Penyakit Jantung Koroner

11. Pre eksitasi Syndrome

12. EKG Miscellenius

13. Sistematika Membaca EKG

14. Silahkan kontak saya, 082128528085 or 0813125539326
Other things
Other things
Other things
Other things
Normal Sinus Rhytm & Irama Yang Berasal Dari SA Node
Friday, July 24, 2009
Pada topik ini saya akan mencoba menjelaskan kembali tentang apa sih yang dimaksud dengan EKG normal dan macam-macam irama jantung yang sumber pacemakernya berasal dari SA node. Ada beberapa nama irama jantung yang dominan pacemekernya berasal SA node, dan anda harus mengenal dan memahami gambaran EKG yang menggambarkan irama jantung dengan pacemaker berasal dari SA node. Inilah nama-nama gambaran EKG atau irama jantung yang sumber pacemakernya berasal dari SA node adalah sebagai berikut :

1. Normal Sinus Rhytm
2. Sinus Bradikardia
3. Sinus Takikardia
4. Sinus Sinus Aritmia

Anda masih ingat bahwa ada 3 sumber pusat pacemaker alami yang dimiliki oleh jantung kita yaitu berasal dari SA node, AV node, Furkinje fiber. Ketiga sumber pacemaker alami jantung tersebut akan merefleksikan gambaran EKG yang satu sama lain akan berbeda. Untuk itu kita harus benar-benar memahami dan mengerti dalam mengidentifikasi dominan sumber pacemaker pada gambaran sebuah EKG.

Salah satu kriteria normal EKG adalah sumber pacemakernya berasal dari SA node, maka dari itu anda tidak boleh ragu untuk memutuskan dalam menyimpulkan hasil analisa/interpretasi EKG untuk mengatakan aritmia/disritmia jika sumber pacemaker berasal selain dari SA node.

Jadi keempat irama jantung diatas yang berasal dari SA node adalah normal EKG abu ?? Jawabnya tidak !! Kita hanya bisa mengatakan Normal Sinus Rhytm sebagai parameter normal EKG.

Sedangkan ketiga nama lainya bisa normal dan tidak normal karena ketiga nama tersebut merefleksikan gambaran EKG akibat pengaruh atau reaksi/respon dari tubuh kita. Untuk itu saya akan menjelaskan satu persatu gambaran EKG yang sumber pacemakernya berasal dari SA node.




1. NORMAL SINUS RHTM





Untuk menentukan sumber utama pacemaker berasal dari mana adalah dengan membuat rekaman EKG strip panjang yang diambil salah satu EKG 12 lead yang dianggap jelas morfologi gelombangnya. Tapi biasanya semua dokter atau semua interpreter EKG akan memilih dan membuat panjang EKG strip yang diambil dari lead II dan V1. Menurut saya ambilah rekaman strip panjang dari lead yang mempunyai morfologi gelombang yang bagus dan jelas, tapi prioritaskan kita ambil dari lead II dan V1.

Setelah itu kita identifikasi morfologi gelombang P antara beat yang satu dengan beat yang lainnya dalam lead panjang yang kita ambil. Tentunya gelombang yang berasal dari SA node akan mempunyai bentuk/ukuran gelombang P dan PP interval dari beat ke beat akan sama.

Gelombang yang berasal dari SA node akan mengeluarkan impuls berkisar antara 60 sampai 100 x/menit, bagaimana cara menghitungnya? Penghitungannya sama dengan cara menghitung frekfensi jantung umumnya. Tapi untuk menghitung impuls atau frekfensi dari SA node atau atrial adalah dengan menghitung PP intervalnya.

Baik pada lead panjang yang kita pilih maupun pada semua 12 lead yang kita rekam, antara atrial dan ventrikel harus berbanding 1 : 1 atau dengan kata lain setiap 1 (satu) gelombang P harus diikuti oleh 1 (satu) komplek QRS. Dan morfologi gelombang serta jaraknya sama, sehingga akan membentuk irama jantung yang teratur.

Pada saat membaca EKG 12 lead dengan gambaran EKG normal sinus rhytm, kita harus menemukan gelombang P akan selalu berdefleksi positip di lead II dan akan selalu berdefleksi negatif di lead aVR. Kecuali terdapat 2 kemungkinan yaitu kesalahan penempatan elektroda dan EKG dextrocardia atau posisi jantung bergeser ke kanan.

Normal Sinus Rhytm adalah gambaran murni EKG normal tanpa adanya intervensi subtansi lain yang mempengaruhinya.


2. SINUS BRADIKARDIA




Yang membedakan antara sinus bradikardi dengan normal sinus rhytm adalah Frekfensi jantungnya.
Pada sinus bradikardia frekfensi jantungya kurang dari 60 x/menit, sedangkan ciri yang lainya persis sama dengan normal sinus rhytm.

Seringkali kita menemukan pasien dengan frekfensi jantung yang kurang dari 60 x/menit dan bahkan kurang dari 50 x/menit tanpa ada keluhan yang berarti, ini biasanya kita temukan pada jantung olah ragawan atau orang yang melakukan kegiatan olah raga yang teratur seperti para atlit. Jadi siapapun orangnya yang melakukan olah raga secara teratur dan benar, akan didapatkan frekfensi jantung yang kurang dari 60 atau bahkan kurang dari 50 x/menit tanpa adanya keluhan.

Frekfensi jantung yang kurang dari 60 x/menit juga bisa disebabkan oleh beberapa penyebab seperti obat-obatan (digoxin, beta blockers, calcium channel blockers) dan biasanya terjadi setelah pasca serangan jantung dan stroke.
Jadi kita hanya melakukan intervensi pada pasien dengan frekfensi jantung yang kurang dari 60 x/menit apabila si pasien mengalami gejala-gejala yang menganggu haemodinaik pasien.

Untuk itu kita tidak boleh memutuskan hasil analisa EKG hanya dengan melihat EKG saja tanpa mempertimbangkan keadaan klinis pasien maupun riwayat kesehatan pasien.
Ingat !!! jangan obati EKG tapi obati klinis pasiennya.



3. SINUS TAKIKARDIA




Seperti halnya dengan sinus bradikardia, hanya satu yang membedakan antara sinus takikardia dengan normal sinus rhytm yaitu frekfensi jantungnya.
Pada sinus takikardia, frekfensi jantungnya lebih dari 100 x/menit. Ada batas atasnya abu? Saya tidak mengatakan ada atau tidak adanya batasan atas (upper limit) untuk sinus takikardia, semuanya kita jawab pada prakteknya nanti.
Kalau kita batasi upper limitnya seperti yang tertulis pada buku-buku EKG dengan batasan antara 100 - 150 x/menit, saya akan balik tanya dengan beberapa pertanyaan. Apakah anda akan masih mengatakan sinus takikardi jika menemukan frekfensi jantung lebih dari 100 x/menit dan kurang dari 150 x/menit, walaupun morfologi gelombang P nya tidak sama dari beat to beat? Anda yakin gelombang Pnya berasal dari SA node??

Peningkatan frekfensi jantung pada pasien dengan sinus takikardia biasanya terjadi oleh adanya respon fisiologi dari tubuh terhadap suatu keadaan yang menggangu hemostasis tubuh. Dari sekian banyak penyebab frekfensi jantung melebihi 100 x/menit pada kasus sinus takikardia, kita mengenal beberapa keadaan yang harus kita tahu seperti :
- Keadaan normal respon : sehabis melakukan aktivitas, kesakitan, demam, stress dan cemas.
- Hypovolemik
- Anemia
- Obat-obatan
- Gagal jantung
- Perdarahan
- Emboli pulmonal dan Distress pernapasan
- Sepsis
- Perikarditis
- Dll
Jadi kita tidak boleh serta merta melakukan intervensi untuk menurunkan frekfensi jantungnya.



4. SINUS ARITMIA



Untuk membedakan sinus aritmia dengan normal sinus rhytm dan sinus bradikardia adalah pada sinus aritmia iramanya tidak teratur yang disebabkan oleh pengaruh pernapasan, baik inspirasi maupun ekspirasi.
Biasanya kita akan menemukan pada anak ABG atau anak-anak yang masih muda.





Baca selengkapnya.....
posted by Abu Nazmah @ 4:03 PM  
Diskusi Jawaban Latihan EKG 12 Lead No.21-30
Friday, July 10, 2009
Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.21

1. Identifikasi gel P
Masih tampak jelas gel P berdefleksi positip di lead II dan berdefleksi negatif di aVR dengan diikuti komplek QRS. Dengan adanya gel P yang normal kita yakin kalau pacemeaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Tampak jelas juga komplek QRS dominan berdefleksi positip di lead I dan aVF yang menandakan kalau aksis jantung masih dalam batas normal.

3. Tentukan irama jantung
Saya rasa tanpa diukur juga sudah tampak jelas irama jantungnya teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Saya yakin anda sudah ok dalam menghitung frekfensi jantung. Pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 90 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tampak jelas sekali gel Q patologis pada lead anteroseptal (V1,V2,V3)yang diikuti ST segmen elevasi di lead V1-V4, ST segmen depresi di lead II, III, aVF,V6 dan lead I yang tampak normal tapi sebenarnya ST segmen di lead I mengalami depresi.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead abnormal karena tidak ada gel R melainkan gel Q yang dalam. Keadaan seperti ini dinamakan poor R wave progression.

7. Ditemukan ST segmen elevasi di lead V1, V2, V3, V4 dan ST depresi di lead I, V6, II, III, aVF.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan ACUT MI ANTEROSEPTAL Reciprocal di INFEROLATERAL






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.22

Pada EKG ini hampir sama dengan gambar EKG 12 lead no.20 . Yang membedakan hanya frekfensi jantungnya saja, dimana pada kasus ini frekfensi jantungnya kurang lebih 85 x/menit.
Silahkan lihat penjelasan pada gambar no.20






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.23

Maaf kesalahan upload (double). Gambar ini sama dengan gambar EKG sebelumnya ya.







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.24

1. Identifikasi gel P
Tampak masih jelas sekali gel P yang berdefleksi positip di lead II dan berdefleksi negatif di lead aVR dengan diikuti komplek QRS menandakan pacemaker dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung.
Tampak komplek QRS dominan defleksi positip di lead I dan dominan berdefleksi negatif di lead aVF menunjukan kalau aksis jantungnya mengarah ke kiri. Atau dengan cara yang lebih akurat dengan melihat lead yang bifasik yaitu di lead aVR. Lead aVR tegak lurus dengan lead III, dimana lead III komplek QRSnya dominan berdefleksi negatif. Jadi aksis jantungnya -60 derajat.

3. Tentukan irama jantungnya
Tampak teratur, jadi irama jantungnya teratur.

4. Hitung frekfensi jantung
Pada EKG ini frekfensi jantungnya kurag lebih 70 x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Anda bisa lihat gel Q yang dalam di lead inferior yang (II, III, aVF) juga diikuti dengan ST segmen elevasi. Biarpun tidak jelas, tapi di lead I, aVL , V5, V6 ditemukan ST depresi. Di Lead V1, V2, dan V3 juga tampak keanehan, yaitu adanya gel R yang tinggi tapi tidak ada perubahan gel T.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead abnormal, dimana gel R yang tinggi ditemuan di V1.

7. Adanya ST segemn elevasi di inferior lead(II, III, aVF) dan ditemuakn juga ST elevasi pada lead yang sama menunjukan MI di inferior. Akan tetapi perubahan komplek QRS di lead V1 bisa kemungkinan adanya gangguan dibagian posterior juga. Kita juga menemukan ST depresi di lead lateral.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan ACUT MI INFERIOR + ISKEMIA DI LATERAL WALL
dan Kemungkinan posterior wall juga mengalami injury.







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.25

1. Identifikasi gel P
Masih tampak jelas gel P berdefleksi positip di lead II, III, aVF dan berdefleksi negatif di lead aVR. Semua ini menandakan gel P normal yang berasal dari pacemaker SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Komplek QRS dominan berdefleksi positip di lead I tapi berdefleksi negatif di lead aVF yang menunjukan kalau arah aksis jantung mengarah ke kiri. Tepatnya kurang lebih - 30 derajat.

3. Tentukan iramanya
Dari lead II panjang....anda bisa lihat iramanya teratur.

4. Hitung frekfensi jantung
Frekfensi jantungnya kurang lebih 80 x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tampak jelas gel Q patologis diikuti dengan ST elevasi di lead inferior (II, III, aVF), komplek QRS yang lebar yang diikuti dengan perubahan repolarisasi yang ditandai dengan perubahan bentuk ST depresi maupun tampak seperti elevasi di lead (I, aVL, V1-6). Anda juga bisa lihat tidak ada gel Q kecil di lateral lead (I, aVL, V5,V6) serta Q dalam di V1, V2.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead abnormal karena tidak ada gel r kecil. Kita namakan poor R wave progession.

7. Gel Q patologis dengan ST elevasi di Inferior (II,III, aVF) menunjukan MI. QRS komplek yang lebar, tidak ada gel r di V1, tidak ada gel q di lead V5/V6, aksis jantung - 30 derajat dan perubahan repolarisasi di lead lateral.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan ACUT MI INFERIOR + LBBB






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.26

1. Identifikasi gel P
Anda bisa lihat secuil gel P di lead II panjang berdefleksi positip. Jadi kita mengatakan kalau pacemaker berasal dari pacemaker.

2. Tentukan aksis jantung
Komplek QRS dominan defleksi positip di lead I dan defleksi negatif di lead aVR menunjukan aksis jantung mengarah ke kiri. Dengan cara yang akurat anda bisa lihat lead yang bifasik tampak di lead II, lead II tegak lurus dengan lead aVL, dimana lead aVL berdefleksi negatif. Jadi aksis jantungnya - 30 derajat.

3. Tentukann irama jantungnya
Tanpa diukur juga anda bisa lihat lead II panjang yang tertata dan teratur. Ini menunjukan kalau iramanya teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Saya yakin anda semua bisa menghitung frekfensi jantungnya. Hasil penghitungan saya adalah kurang lebih 75 x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Gel Q di III, V1, V2 yang dalam. Tidak ada el Q di lateral lead (I, V5, V6), komplek QRS yang tampak melebar disemua lead. Tampak jelas T inverted yang dalam di anterolateral lead (V2-V6) sementara T inverted di lead I, aVL disebabkan karena BBB yang mengakibatkan perubahan repolarisasi, begitu juga dengan V5 & V6. Akan tetapi T inverted di V5,V6 begitu dalam.

6. Konfigurasi kompleh QRS abnormal, karena tidak ada gel R kecil di V1 dan tingginya juga tidak mengalami penambahan. Maka kita namakan poor R wave progression.

7. Komplek QRS lebar disemua lead, tidak ada gel Q di lateral lead, tidak ada gel R di V1, gel Q di lead III, aksis jantung -30 derajat atau LAD.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan LBBB dan besar kemungkinan adanya iskemia di anterior wall.






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.27

1. Identifikasi gel P
Gel P normal, defleksi positip di lead II dan defleksi negatif di lead aVR. Untuk itu kita yakin kalau pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Komplek QRS di lead I dan aVF berdefleksi positip, menunjukan kalau arah aksis masih dalam batas normal.

3. Tentukan irama jantung
Dengan melihat lead II panjang dan tanpa di ukur juga tampak teratur.
4. Hitung frekfensi jantungnya
Hasil penghitungan saya, pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 70 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Hampir semua morfologi gelombang normal, kecuali anda bisa lihat jelas dengan adanya ST segmen elevasi di anterior lead (V1, V2, V3, V4).

6. Konfigurasi komplek QRS normal walaupun tidak adanya gel r kecil di V1. Tapi tinggi gel R semakin meninggi dari V2 ke V6.

7. ST elevasi di anterior (V1-V4).

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan ACUT MI ANTERIOR







Gambar EKG (elektrokardiografi)12 lead No.28

1. Identifikasi gel P
Gel P normal, defleksi positip di lead II dan defleksi negatif di lead aVR. Jadi pacemaker berasaldari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Komplek QRS dominan berdefleksi positip di lead I dan aVF, menandakan kalau aksis jantungnya masih dalam batas normal.

3. Tenutkan irama jantung
Pada lead II panjang tampak teratur, jadi iramanya teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Hasil penghitungan saya, frekfensi jantungnya kurang lebih 65 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tolong dicatat ! setiap lead dengan tinggi gel R yang kurang dari 5 mm, biasanya (tidak semua) akan mempunyai gel T yang datar dan bahkan inverted.
Pada EKG ini tampak ST depresi di anterolaterl lead (I,aVL, V2-V6). Morfologi gel yang lain masih dalam batas normal.

6. Konfigurasi komplek QRS masih normal

7. Cuma ditemukan ST deperesi di anterolateral.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan ACUT ISKEMI DI ANTEROLATERL atau ACUT NON Q WAVE atau ACUT Non STEMI







GAMBAR EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.29

Saya rasa anda sudah mengerti dan mengikuti langkah-langkah yang saya lakukan. Untuk itu pada EKG coba anda lihat di lead II panjang. Anda bisa lihat adanya gel P yang selalu diikuti komplek QRS. Gel apa yang ditujukan oleh anak panah???
Gel yang ditujukan anak panah adalah gel P, dibeat 2 & 4 AES atau PAC. Sementara gel P yang lain yan ditujukan anak panah adalah gel P yang berasal dari sel pacemaker otot atrium yang mengalami blok sehingga tidak bisa diteruskan ke ventrikel. Oleh karena itu gel P tidak diikuti oleh komplek QRS.

Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan AES/PAC BIGIMINI BLOK







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.30

Saya rasa anda sudah mengerti dan mengikuti langkah-langkah yang saya lakukan. Untuk itu pada EKG coba anda lihat di lead II panjang. Anda bisa lihat adanya gel P yang selalu diikuti komplek QRS. Gel apa yang ditujukan oleh anak panah???
Itu adalah gel P yang tidak diteruskan ke ventrikel yang dikarenakan adanya blok. Tapi gel P yang ditujukan oleh anak panah bukan berasal dari SA node, melainkan dari sel pacemaker yang berasal dari otot atrium yang muncul prematur. Karena gel P yang prematur tersebut muncul selang seling dengan beat yang normal, maka di sebut bigimini.

Kesimpulan : SINUS BRADIKARDI Dengan AES/PAC BLOK BIGIMINI.


Demikian diskusi jawaban latihan mambaca EKG 12 lead, mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan atau jawabanya mungkin jauh dari kebenarannya. Silahkan jika ada yang ingin ditanyakan.

TERIMA KASIH



Baca selengkapnya.....
posted by Abu Nazmah @ 5:25 PM  
Diskusi Jawaban Latihan EKG 12 Lead No.11-20
Thursday, July 09, 2009
Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.11

1. Identifikasi gel P
Tampak jelas gel P defleksi positip di lead II, I dan precordial lead juga tampak gel P defleksi negatif di lead aVR. Setiap Gel P selalu diikuti oleh komplek QRS. Ini semua menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Morfologi komplek QRS yang dominan defleksi negatif di lead I dan dominan defleksi positip di lead aVF menunjukan arah aksis ke kanan atau RAD

3. Tentukan irama jantung
Anda lihat RR interval di lead II panjang dengan panjang yang sama, manandakan irama teratur.

4. Hitung frekfensi jantung
Dengan menggunakan lead II panjang, frekfensi jantung ekg ini adalah kurang lebih 80 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tampak jelas komplek QRS yang melebar dengan adanya M shave di lead I, aVL, V6, tidak ada gel q kecil di lateral lead (I,VL,V6). Tampak gel S yang menetap dan lebar di V4,V5,V6 dan gel S dengan voltase yang tinggi/dalam.

6. Konfigurasi komplek QRS yang abnormal atau dengan kata lain poor R wave progression. Dimana gel R yang tidak makin tinggi dari V1 ke V6.

7. Komplek QRS yang lebar, adanya M shave di lateral lead. Gel S yang dalam di V1/V2 dan gel S menetap di V4/V5 juga dengan RAD dan poor R wave progression kemungkinan pembesaran jantung kanan

8. Kesimpulan :SINUS RHYTM Dengan LBBB + RVH






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.12

1. Identifikasi gel P
Masih tampak jelas gel P hampir disemua lead, yang terpenting ada gel P defleksi positip di lead II dan gel defleksi negatif di aVR dengan diikuti komplek QRS, menunjukan perekaman ekg benar dan dengan gel P defleksi positip di lead II menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentu aksis jantungnya
Dengan melihat komplek QRS dominan defleksi positip di lead I dan defleksi negatif di lead aVF kita bisa tahu kalau aksis jantungnya mengarah ke kiri / LAD. Atau kalau menggunakan cara yang lebih akurat, anda bisa lihat lead yang bifasik atau yang bervoltase rendah yaitu di lead aVR. Lead aVR tegak lurus dengan lead III, dimana lead III komplek QRSnya dominan berdefleksi negatif, jadi aksis jantungnya adalah negatif 60 derajat.

3. Tentukan iramanya
Saya rasa anda bisa lihat, tanpa dihitung jarak RR interval satu sama lain dalam satu lead adalah sama, ini menunjukan kalau iramanya teratur.

4. Hitung freksfensi jantungnya
Anda tahu kan caranya? Frekfensi jantung pada EKG ini kurang lebih 60x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Anda bisa lihat adanya komplek QRS dengan pola rS di lead II, III, aVF dan qR di lead I, aVL. Anda juga bisa lihat adanya gel Q yang dalam melebihi 1/3 dari gel R di lead V1 sampai V6 yang diikuti dengan ST segmen elevasi. Anda juga bisa lihat ST depresi di lead I dan aVL.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial abnormal , di mana di V1 tidak di awali dengan gel r kecil melainkan gel Q yang dalam, jadi kita namakan poor R wave progression.

7. Ditemukan LAD, pola komplek QRS rS di lead inferior (II,III,aVF) dan qR di lateral (I,aVL). Adanya gel Q patologis di lead V1 sampai V6 yang diikuti oleh ST segmen elevasi.

8. Kesimpulan : SINUS BRADIKARDI Dengan ACUT MI EKSTENSIVE ANTERIOR + LAHB serta iskemi di lateral






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.13

1. Identifikasi gel P
Tampak jelas defleksi positip gel P di lead II dan defleksi negatif gel P di aVR dengan diikuti komplek QRS menunjukan bahwa perekaman ekg benar dan pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantungnya
Dominan defleksi positip komplek QRS di lead I dan defleksi negatif di aVF menunjukan kalau aksis jantung mengarah ke kiri atau LAD. Atau anda gunakan cara yang lebih akurat yaitu komplek QRS yang bifasik ada di lead aVR, lead aVR tegak lurus dengan lead III dimana lead III dominan defleksi negatif, jadi aksis jantungnya 60 derajat.

3 Tentukan iramanya
Tanpa dihitung juga tampak jarak RR interval satu sama lain sama yang menunjukan iramanya teratur.

4. Tentukan frekfensi jantungnya
Anda pasti bisa menghitungnya. Pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 70 x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tampak adanya pola komplek QRS rS di inferior lead (II,III,aVF) dan pola komplek QRS qR di lateral lead (I,aVL). Anda bisa lihat juga komplek QRS yang lebar dengan pola rSR di lead V1,V2 dan tampak gel S yang melebar di lead I, II, V5, V6.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial yang abnormal, dimana tampak jelas ada 2 gel R yaitu besar dan kecil.

7. Aksis jantung LAD (60 derajat), adanya komplek QRS dengan pola rS di inferior lead dan pola qR dilateral lead (I,aVL). Kita juga menemukan komplek QRS dengan pola rSR di lead anterior (V1&V2) dengan gel S yang melebar di lead I, II, V5, V6.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan adanya 2 Blok di fasicular atau BIFASICULAR BLOK (RBBB & LAHB)






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.14

1. Identifikasi gel P
Tampak jelas sekali gel P yang normal di lead II dan diikuti oleh komplek QRS yang menunjukan pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Lead I dan aVF dengan komplek QRS dominan berdefleksi positip menunjukan aksis jantung dalam batas normal.

3. Tentukan irama
Sudah pasti iramanya teratur, silahkan anda ukur sendiri.

4. Frekfensi jantungnya.
Pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 65 x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Anda bisa lihat sendiri hampir semua morfologi gelombang tampak normal kecuali gel T yang tinggi di precordial lead (V2, V3,V4,V5).
6. Konfigurasi komplek QRS normal di precordial lead

7. Kita cuma menemukan gel T yang tinggi saja

8. Kesimpulan : Kalau anda menemukan kasus seperti ini, tolong kaji lagi clinical pasiennya. Kalau pasien mengeluh sakit dada kemungkinan EKG ini kita namakan adanya hyperakut T atau bisa juga Hyperkalemi







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.15

1. Identifikasi gel P
Tampak gel P defleksi positip di lead II dan defleksi negatif di lead aVR dengan diikuti komplek QRS yang menunjukan pacemaker nerasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Dominan defleksi komplek QRS di lead I dan aVF menunjukan aksis jantung masih dalam batas normal.

3. Tentukan irama
Jelas sekali jarak RR interval satu sama lain sama yang menunjukan iramanya teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 100 x/menit

5. Identifiasi morfologi gelombang
Semua morfologi gelombang tampak normal kecuali gel T inverted di inferior anterolateral lead (I, II,III,aVF, V2-V6).

6. Konfigurasi komplek QRS normal

7. Adanya gel T inverted yang dalam pada lead yang saya sebutkan di atas menunjukan adanya iskemia.

8. Kesimpulan : SINUS TAKIKARDI Dengan ISKEMIA PADA INFERIOR ANTEROLATERAL







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.16

1. Identifikasi gel P
Pada lead II maupun aVR kita tidak menemukan gel P. Tapi anda lihat pada lead II panjang, kita bisa menemukan adanya gel P yang ditunjukan oleh anak panah. Tapi jarak PP interval dan bentuk gel P tidaklah sama dan ada juga yang diikuti komplek QRS, ada juga yang tidak diikuti komplek QRS. Waduuh bingung juga nih.....jangan panik ! Yang perlu anda garis bawahi adalah morfologi komplek QRS yang masih dalam batas normal. Ini menunjukan kalau pacemaker berasal masih diarea bagian atas ventrikel.

2. Tentukan aksis jantungnya
Jelas sekali komplek QRS dominan berdefleksi positip di lead I dan aVF yang menunjukan aksis jantung masih dalam batas normal.

3. Tentukan iramanya
Anda lihat di lead II panjang, dimana PP interval maupun RR interval antara yang satu dengan yang lainya tidakla sama. Ini menandakan iramanya tidak teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Dalam 6 detik ada 6 komplek QRS, jadi frekfensi jantungnya kurang lebih 60 x/menit
5. Identifikasi morfologi gelombang.

Tampak gel T inverted di lead anterolateral (I,aVL, V2-V6).
Perhatikan lead II panjang !! : Beat 1,2,3,4,8,9 tampak komplek QRS yang tidak diawali dengan gel P, tapi gel P defleksi positip setelah komplek QRS dengan bentuk yang berbeda. Jarak RR interval juga berbeda dan jarak PP interval yang berbeda jua

6. Konfigurasi gelombang komplek QRS di precordial normal

7. Irama tidak teratur, gel T inverted di anterolateral lead, morfologi gel P yang berbeda yang tidak diikuti komplek QRS dan PP interval juga beda (atrial escape beat).

8. Kesimpulan : Accelerated Junctional Dengan adanya AV escape beat dan Iskemia di anterolateral







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.17

1. Identifikasi gel P
Tampak jelas sekali gel P dengan defleksi positip di lead II dan defleksi negatif di lead aVR yang diikuti komplek QRS. Ini menunjukan kalau pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Tampak komplek QRS dominan berdefleksi positip di lead I dan aVF menunjukan kalau aksis jantung dalam batas normal.

3. Tentukan irama jantungnya
Tanpa dihitung jarak PP atau RR interval satu sama lain sama, ini menandakan iramanya teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Saya percaya anda sudah mahir menghitung frekfensi jantung. Pada EKG ini frekfensi jantungnya adalah 60 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Semua morfologi tampak normal kecuali gel S yang melebar di lead lateral (I, aVL, V5, V6) dan lead lead II. Tampak komplek QRS dengan pola rSR dengan tidak begitu lebar.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead abnormal karena ada dua gel R di V1 dan V2.

7. Gel S yang lebar di lateral lead dan kompek QRS dengan pola rSR yang tidak begitu lebar.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan INCOMPLETE RBBB.







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.18


1. Identifikasi gel P
Masih tampak gel P dengan defleksi positip di lead II dan defleksi negatif di lead aVR yang diikuti dengan komplek QRS. Dengan adanya gel P defleksi positip menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantungnya
Komplek QRS dominan berdefleksi positip di lead I dan berdefleksi negatif di lead aVF menandakan kalau aksis mengarah ke kiri. Untuk lebih akurat, anda bisa lihat lead bifasik ada di lead II. Lead II tegak lurus dengan lead aVL, sementara komplek QRS di aVL dominan defleksi negatif. Jadi aksis jantungnya adalah 30 derajat.

3. Tentukan irama jantung
Karena jumlah beat yang terbatas, kita anggap saja kalau iramanya teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Frekfensi jantungnya krang lebih 35 x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tampak gel T inverted di lead I, V5, V6, II, III,aVF dan T datar di aVL. Anda juga bisa lihat gel T yang tinggi di lead V2, V3. Saya rasa cuma itu yang perlu diperhatikan.

6. Konfigurasi komplek QRS
Tidak adanya gel r kecil di V1 masih dikatakan normal, karena di V2 dan seterusnya gel R makin tinggi. Jadi bisa katakan kalau konfigurasi komplek QRS di precordial lead masih normal.

7. Gel T inverted di I, II, III, aVF, V5,V6 dan gel T yang tinggi di anterior (V2, V3). Adanya perubahan gel T diikuti oleh T inverted di inferior lead bisa mengarahkan adanya iskemia pada dinding posterior. Frekfensi jantung 35 x/menit, aksis jantung 30 derajat masih dalam batas normal.

8. Kesimpulan : SINUS BRADIKARDI Dengan POSTEROLATERAL ISKEMIA







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.19

1. Identifikasi gel P
Masih tampak jelas gel P berdefleksi positip di lead II dan berdefleksi negatif di lead aVR yang setiap gel P diikuti oleh kmplek QRS. Adanya gel P yang normal menandakan kalau pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Lead I dan aVF yang mempunyai komplek QRS dominan berdefleksi positip menandakan aksis jantungnya masih dalam batas normal.

3. Tentukan irama jantungnya
Secara umum tampak iramanya teratur, tapi kalau anda lihat di lead II panjang di beat ke 7 RR interval agak memanjang juga anda lihat juga komplek QRS yang melebar PVC atau VES di beat ke 9.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 40 x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tampak jelas sekali ST elevasi di anterolateral (I,aVL, V1-V6), biarpun tidak jelas tapi sebenarnya di lead inferior (II,III,aVF) tampak ST depresi. Tidak ditemukan gel Q patologis. Pada lead II panjang ada 1 VES/PVC.

6. Konfigursi komplek QRS di lead precordial tampak masih normal. Coba anda perhatikan gel R kecil di lead V1 dan terus meninggi menuju ke arah V6.

7. Adanya ST segmen elevasi di lead I,aVL, V1-V6 dan ST deperesi di lead II,III, aVF

8. Kesimpulan : ACUT MI ANTEROLATERAL dengan reciprocal di inferior lead







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.20

1. Identifikasi gel P
Masih tampak gel P berdefleksi positip di lead II dan berdefleksi negatif di lead aVR dengan diikuti komplek QRS menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Komplek QRS di lead I dan aVF dominan berdefleksi positip menunjukan kalau aksis jantung masih dalam batas normal.

3. Tentukan iramanya
Saya rasa tanpa diukur juga EKG ini iramanya tampak teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Anda bingung kan mana puncak RR nya. Gunakan PP interval saja.....Pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 60 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tampak jelas sekali ST segmen elevasi di lead inferior (II,III, aVF) dan di V6. Tampak juga ST depresi di lateral lead ( I, aVL) dan di V1, V2

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead masih dalam batas normal, walaupun tidak adanya gel R kecil di V1.

7. Adanya ST elevasi di inferior lead (II,III,aVF) dan ST depresi di V1 dan V2 menandakan adanya injury di bagian posterior jantung. Ditemukan juga ST elevasi di V6 dengan depresi di lead I, aVL kemungkinan injury di lateral.

8. Kesimpulan : SINUS BRADIKARDI Dengan ACUT MI POSTEROLATERAL.



Baca selengkapnya.....
posted by Abu Nazmah @ 10:11 AM  
Diskusi Jawaban Latihan EKG 12 Lead No.1-10
Sunday, July 05, 2009
Membaca EKG 12 lead tidaklah semudah seperti membaca EKG strip, karena kita menghadapi 12 lead atau 12 sandapan yang merekam aktivitas listrik jantung dari tempat, arah dan sudut yang berbeda. Dan sudah pasti bentuk gelombang atau morfologi gelombang EKG akan berbeda antara lead yang satu dengan lead lainnya. Sedangkan EKG strip merupakan bagian dari salah satu lead sebuah EKG 12 lead, bisa dari bipolar lead atau unipolar lead.

Saya sarankan untuk membaca lagi blog kursus ekg yang telah saya publiskan lebih awal dengan sabar dan jangan tergesah-gesah sebelum anda mengikuti diskusi ini.

Seperti halnya dengan ekg strip, untuk membaca EKG 12 lead harus mempunyai langkah dasar yang menuntun kita saat membaca atau menginterpretasi sebuah EKG 12 lead sehingga kita tidak hanyut dalam kebingungan dan anda akan yakin dengan hasil analisa EKG 12 lead anda.



Dibawah ini adalah langkah-langkah dasar yang harus anda lakukan secara berurutan dan secara umum langkah-langkah ini sudah saya jelaskan dikursus ekg bagian 5.



1. Pastikan kalau EKG 12 lead yang kita baca direkam dengan kecepatan 25mm/detik dan voltase 1mV.


2. Identifikasi gel P & dominan pacemaker berasal

Silahkan anda cari di lead mana saja, yang penting anda sudah menemukan gel P.
Pada EKG normal biasanya gel P akan jelas terlihat di lead II, dan harus
mempunyai bentuk yang sama, jarak antara PP interval harus sama, dan selalu berbanding 1 : 1 dengan komplek QRS atau dengan kata lain gel P harus selalu diikuti komplek QRS.
Jadi anda tidak perlu pusing memikirkan bentuk gel P di lead yang lain.



3. Tentukan aksis jantung.

Dengan mengetahui lebih awal aksis jantung, kita bisa mengidentifikasi dan
memperkirakan arah depolarisasi yang meyebabkan bentuk atau morfologi komplek QRS yang berbeda disetiap lead.


4. Identifikasi iramanya (teratur atau tidak).


5. Hitung frekfensi jantungnya



6. Identifikasi semua morfologi gelombang EKG.
Bagi pemula sebaiknya lakukan dengan mengamati dan menghitung semua gel.
Atau cukup anda perhatikan dan amati bentuk gelombang yang tampak abnormal

Gel P = anda sudah lakukan di langkah kedua

Q = anda amati ada atau tidaknya gel Q pada lead (I,II,III,aVL, aVF,V1,V6,
karena akan mempunyai nilai diagnosa.

R = adakah gel R yang tingginya melebihi 15 mm, karena akan mempunyai nilai
diagnosa.

S = gel S akan mempunyai nilai diagnosa V1,V6,dan lateral lead (I,aVL)

T = Amati di setiap lead kecuali aVR

PR & QT interval = dilangkah nomor dua, anda sudah menemukan gel P yang jelas.
Disitulah anda mengitung panjang PR interval juga QT interval

ST segmen = anda harus amati di setiap lead.

QRS komplek = anda cukup tentukan lebarnya normal atau tidak.




7. Amati konfigurasi komplek QRS di precordial lead.

Tinggi gel R dari V1 menuju V6 akan bertambah secara progressive.
Dalamnya gel S dari V1 menuju V6 akan berkurang secara progresive.



8. Cocokan temuan anda dengan kriteria pembesaran jantung, kriteria gangguan keseimbangan elektrolit, kriteria heart blok dan lain-lain.

9. Kesimpulan





Saya ingatkan kembali untuk terus berlatih menginterpretasi EKG, sehingga anda akan terbiasa dan sensitip terhadap berbagai macam perubahan morfologi gelombang EKG yang secara teori menurut anda mungkin abnormal, akan tetapi sebenarnya itu adalah perubahan-perubahan atau variasi-variasi bentuk normal dalam ilmu ekg yang nanti anda temukan. Inilah yang mungkin membingungkan anda untuk menentukan diagnosis yang tepat. Untuk itu, jangan patah semangat dan terus berlatih......

Dibawah ini contoh EKG 12 lead yang akan saya diskusikan dan semuanya direkam dengan standarisasi internasional yaitu kecepatan 25 mm/detik dan voltase 1mV.






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.1


1. Identifikasi gel P
Tampak jelas gel P di lead I, II, aVR. Gel P di II defleksi positip, defleksi negatif di aVR, dan setiap 1 gel P diikuti 1 komplek QRS. Adanya gel P menandakan pacemaker berasal dari SA node ----> normal

2. Tentukan aksis jantung.
Dari semua bipolar lead, hanya lead I yang mempunyai voltase paling tinggi. Jadi aksis jantung mengarah ke lead I yang kurang lebih O derajat, setiap lead yang dijauhi arah aksis jantung akan menghasilkan arah defleksi berlawanan dengan lead yang dituju aksis jantung. Seperti lead III & aVF akan menghasilkan arah defleksi dominan negatif----->normal


3. Tentukan irama
Irama teratur----> normal

4. Frekfensi jantung kurang lebih 70x/menit ----> normal

5. Morfologi Gelombang
Lihat gel T di lead III negatif, di lead aVF pendek/kecil ----> normal
Setiap lead yang mempunyai tinggi gel R kurang dari 5 mm biasanya akan memiliki gel T negatif, datar, atau pendek.

6. Konfigurasi komplek QRS ----> normal
7. Tidak ditemukan adanya kelainan atau abnormal dalam ekg ini.
8. Kesimpulan : NORMAL SINUS RHYTM






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead N0.2

1. Identifikasi gel P
Tampak jelas sekali adanya gel P dan selalu diikuti komplek QRS ----normal
Dominan pacemaker berasal dari SA node----> normal pacemaker

2. Tentukan aksis jantung
Lead II, III, aVF mempunyai voltase yang paling tinggi , menunjukan aksis antara 60-90 derajat. Lead aVL lebih banyak dijauhi oleh aksis jantung dari pada lead I, sehingga defleksi negatif di lead aVL akan dominan.----> normal

3. Tentukan irama
Anda perhatikan dengan jeli kalau panjang antara RR interval tidaklah sama ---tidak teratur

4. Karena tidak ada lead panjang, anda boleh menggunakan RR intervaal atau cara lain.
Frekfensi jantungnya kurang lebih 65 x/menit ----normal

5. Morfologi Gelombang
Anda bisa lihat T negatif di lead V1, V2, V3 dan Gel R yang tinggi V5, V6, II, III

6. Konfigurasi komplek QRS masih normal

7. Disinilah pengalaman yang akan menentukan kasus ini. Secara teori data yang kita dapat menandakan adanya Hipertropi ventrikel kiri dengan penjumlahan (gel R di V5/V6 + gel S di V1/V2 > 35 mm) dan besar kemungkinan juga adanya iskemia di anterior lead (v1,v2,v3). Saya tidak menyalahkan anda jika hasil analisa anda seperti itu. Tapi perlu anda tahu bahwa untuk hipertropi, BBB biasanya akan selalu di ikuti dengan adanya "strain pattern" yaitu repolarisasi yang abnormal. Dan hipertropi ventrikel kiri akan menghasilkan aksis ke kiri atau LAD (left aksis deviation). Untuk T inverted di lead V1,2,3 tergantung klinis pasien, tapi kalau secara klinis tidak ditemukan tanda-tanda iskemia berarti keadaan ini adalah masih dalam batas normal.

8. Kesimpulan : SINUS ARHYTMIA dengan voltase yang tinggi di ventrikel kiri + T inverted merupakan masih dalam batas normal.







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No. 3

1. Identifikasi gel P
Tampak jelas sekali gel P dengan defleksi positip di lead II dan negatif di lead aVR, satu gel P diikuti 1 komplek QRS ----> normal
Adanya normal gel P menunjukan pacemaker berasal dari SA node -----> normal pacemaker

2. Tentukan aksis jantung
Aksis jantung mengarah ke arah lead II, III, aVF kurang lebih 60 derajat ---> normal aksis

3. Tentukan irama
Jarak RR interval tampak sama, tapi kalau anda hitung dengan teliti RR interval tidaklah sama ----> irama tidak teratur

4. Frekfensi jantung
Frekfensi jantung kurang lebih 60 x/menit

5. Morfologi gelombang
Pada ekg ini tampak sekali ST segmen elevasi di lead I, II, aVF, V2 s/d V6 dan gelombang R yang melebihi 15 mm di lead V5/V6. Gel S juga yang dalam di lead V2

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead
Adanya gel R kecil di V1 yang tingginya semakin bertambah, begitupun gel S yang dalamnya semakin memendek -----> normal

7. Anda hanya menemukan irama yang tidak teratur, bila kita jumlahkan gel R di V5/6 + gel S di V1/V2 > 35 mm dan gel R yang tingginya > 25mm tapi tidak adanya strain pattern sehingga tidak kuat untuk mengatakan adanya LVH. Adanya ST segmen yang tampak seperti elevasi di lead yang saya sebutkan di atas sebenarnya masih dalam normal variant yang sering kita temukan pada anak muda.

8. Kesimpulan : SINUS ARRHYTMIA DENGAN ADANYA EARLY REPOLARIZATION







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.4

1. Identifikasi gel P
Tampak jelas sekali gel P di semua lead dengan bentuk yang runcing. Setiap gel P diikutidengan komplek QRS. Biarpun gambaran gel P hampir di semua lead berbentuk runcing, tetap kita katakan kalau gel P pada EKG ini berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Banyak cara untuk menentukan aksis jantung, anda lihat di lead I & aVR dengan morfologi komplek QRS bifasik (setengah positip dan setengah negatif). Aksis jantungnya tegak lurus dengan kedua lead tersebut, yaitu lead aVF & III. Jadi aksis jantungnya antara 90 sampai 120 derajat ---> Normal tapi cenderung ke kanan atau RAD

3. Tentukan irama
Saya rasa jelas sekali pada EKG ini iramanya teratur.

4. Frekfensi Jantung
Frekfensi jantungnya 100 x/menit

5. Morfologi gelombang
Gel R di lead V1 lebih besar dari gel S, ST strain pattern di V1-V3, ST segmen deperesi di II,III,aVF,V4,V5,V6.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead
Diawali dengan gel R yang lebih tinggi dari gel S di V1 menandakan adanya pembesaran otot ventrikel.

7. Gel P yang runcing, frekfensi jantung 100x/mnt, RAD, gel R yang lebih tinggi dari gel S, ST strain pattern di V1,2,3 dan ST segmen depresi di II, III, aVF,V4, V5, V6

8. Kesimpulan : SINUS TAKIKARDI Dengan Adanya P Pulmonal dan Pembesaran Ventrikel kanan/RVH dan Iskemia di Inferior lateral wall







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.5


1. Identifikasi gel P
Tidak ditemukan adanya gel P yang meyakinkan tapi komplek QRS tidak melebar atau masih dalam batas normal. Ini menunjukan irama masih berasal dari atas ventrikel.

2. Tentukan aksis jantung.
Anda lihat di lead II mempunyai morfologi kompek QRS yang bifasik, jadi aksis jantungnya tegak lurus dengan lead II adalah lead aVL atau negatif 30 atau LAD.

3. Tentukan irama jantung
Jarak yang berbeda antara RR interval menandakan irama tidak teratur.

4. Hitung frekfensi jantung
Karena tidak ada lead yang dibuat panjang, silahkan anda hitung dengan menggunakan RR interval. Frekfensi jantungnya kurang lebih 90 x/menit.

5. Morfologi gelombang
Adanya gel S yang dalam di lead II, III, aVF dkarenakan aksis jantung menjauhi ketiga lead tersebut. Gel R yang tinggi di lead V4,5,6, dan adanya ST strain pattern di lead I, aVL, V4,5,6.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead masih normal

7. Tidak adanya gel P, komplek QRS normal, irama tidak teratur, Gel R yang tinggi di lead V4,5,6 dengan ST strain pattern, LAD

8. Kesimpulan : ATRIAL FIBRILATION Dengan Normal Ventrikel Respon, Pembesan Otot Jantung kiri







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.6


1. Identifikasi gel P
Tampak jelas gel P defleksi positip di lead II dan gel P defleksi negatif di lead aVR. Setiap gel P bisa anda lihat selalu diikuti komplek QRS. Adanya gel P menunjukan pacemaker berasal dari SA node -----> Normal

2. Tentukan aksis jantung.
Dominan defleksi positip di lead I dan lead aVF memastikan kalau aksis jantungnya dalam batas normal.

3. Tentukan irama
Anda bisa lihat jarak PP atau RR interval antara beat yang satu dengan lainnya sama, ini menandakan iramanya teratur.

4. Hitung Frekfensi jantung.
Saya percaya anda sudah tahu bagaimana cara menghitung frekfensi jantung. Pada ekg ini frekfensi jantungnya kurang lebih 80 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Saya hanya manandai morfologi gelombang yang patut diperhatikan, tapi anda boleh melakukan step step dasar yang telah saya sebutkan di atas.
Tampak gel R di lead I yang tingginya lebih dari 15 mm, gel R di V4,5,6 yang tingginya lebih dari 25 mm, gel S yang dalam di V1,2 yang melebihi 20 mm, ST strain pattern di lead I, aVL, V4, V5, V6. Tampak gel T inverted atau datar atau kecil di lead II, III, aVF adalah variant normal. Perlu anda ketahui bahwa variant normal adalah yang tampak abnormal tapi sebenarnya masih normal.

6. Konfigurasi komplek QRS di prekordial lead masih normal

7. Adanya gel R yang tingginya lebih dari normal di lead I, V4, V5, V6 yang diikuti ST pattern dan penjumlahan gel R di lead V5/V6 + gel S di lead V1/V2 melebihi 35 mm mengarahkan ke pembesaran otot ventrikel kiri, yang walaupun aksis jantungnya masih dalam batas normal.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan LVH (left ventrikel hypertropi)








Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.7


1. Identifikasi gel P
Tampak jelas gel P defleksi positip di lead II, I,III, aVF dan gel P defleksi negatif di lead aVR. Setiap gel P selalu diikuti komplek QRS, adanya gel P menunjukan pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Anda lihat di lead I tampak komplek QRS dominan berdefleksi negatif dan komplek QRS di lead aVF dominan berdefleksi positip, ini menunjukan kalau aksis jantungnya mengarah ke kanan atau RAD. Atau anda bisa lihat lead bifasik ada di lead aVR, aksi jantung akan mengarah tegak lurus dengan lead befasik. Jadi aksis jantungnya mengarah ke lead III 120 derajat, karena lead III tegak lurus dengan lead aVR.

3. Tentukan iramanya.
Saya rasa jelas sekali EKG ini iramanya teratur

4. Hitung frekfensi jantungnya
Anda bisa menghitungnya, pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 80x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Anda lihat lead I dan aVL ditemukan morfologi komplek QRS dengan pola r kecil dan S besar. Sedangkan di lead II, III, aVF dengan pola q kecil dan R besar. Di lead v1 tampak gel R yang tinggi yang melebihi gel S, tampak juga ST strain pattern di lead V1 & V3.

6. Konfigurasi komplek QRS yang abnormal di mana gel R yang tinggi di V1 yang di ikuti ST strain pattern menandakan adanya pembesaran ventrikel kanan atau RVH

7. Ditemukan RAD (aksis jantung 120 derajat), pola rS komplek QRS di lead I &aVL, pola qR komplek QRS di lead II, III, aVF. Adanya juga gel R yang melebihi voltase gel S di V1.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan RVH dan LPHB (left posterior hemiblok)







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.8

1. Identifikasi gel P
Masih tampak jelas gel P defleksi positip di lead I, II, III dan gel P defleksi negatif di lead aVR. Setiap gelombang P masih diikuti komplek QRS. Adanya gel P manandakan pacemaker masih berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Komplek QRS dominan defleksi positip di lead I dan dominan defleksi negatif di lead aVF menunjukan kalau aksi jantung mengarah ke kiri atau LAD.

3. Tentukan iramanya
Biarpun gambar EKGnya agak mengerikan, tapi jarak RR interval antara tiap beat adalah sama. Hal ini manandakan iramanya teratur.

4. Hitung frekfensi jantung
Saya percaya anda bisa cara menghitungnya. Pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 75 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Sekilas gambaran EKG ini tampak mengerikan, jangan panik.....ikuti langkah-langkah yang sudah saya jelaskan diatas...
Tampak dengan jelas komplek QRS yang melebar hampir di semua lead yang diikuti dengan perubahan gel T. Amati dengan jeli di lateral lead (I,aVL, V5/V6) tidak ada gel q kecil. Lihat juga tidak ada gel r kecil di V1. Gel Q di lead V1 dan V2 bukan karena infark, tapi dikarenakan adanya blok bundle branch sebelah kiri.

6. Konfigurasi komlek QRS abnormal. Tidak adanya gel r kecil V1 menandakan adanya gangguan konduksi.

7. Komplek QRS lebar di semua lead dengan perubahan gel T, aksis jantung ke kiri atau LAD, tidak ada gel r kecil di V1, tidak ada juga gel q kecil di lead lateral (I, aVL, V5,V6).

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan adanya LBBB







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.9

Pada kasus EKG ini sama dengan EKG 12 lead no.8
Yang membedakannya adalah komplek QRS pada kasus ini masih dalam batas normal tapi terdapat morfologi/bentuk M shave atau kuping kelinci.

Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan LBBB Incomplete







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.10

Maaf ada kesalahan upload pada no.10
Biarbagaimanapun akan saya jelaskan gambar ekg ini.
Di lead V1 gel P diikuti komplek QRS yang lebar dengan frekfensi jantung kurang lebih 80x/menit, kemudian terjadi perubahan dimana masih tampak gel P yang diikuti normal komplek QRS dan T inverted, frekfensi jantung kurang lebih 70 x/menit.
Di lead II dan V5 juga tampak gel P yang diikuti komplek QRS yang lebar, frekfensi jantung kurang lebih 75x/menit, juga ditemukan PVC. Kemudian terjadi perubahan dimana gel P diikuti oleh normal komplek QRS.

Kesimpulan : SINUS ARITMIA Dengan LBBB terjadi pada peningkatan frekfensi jantung.


Baca selengkapnya.....
posted by Abu Nazmah @ 8:26 AM  
Diskusi Jawaban Latihan EKG Strip No.31 - 45
Wednesday, July 01, 2009
Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.31

Saya yakin anda sudah terbiasa dengan gambaran EKG strip ini. Yang perlu saya tekankan disini adalah bentuk dan irama yang teratur walaupun dengan gambaran komplek QRS yang sangat lebar. Kenapa saya katakan komplek QRS? karena impuls jantung berasal dari pacemaker di ventrikel dan merupakan depolarisasi otot ventrikel yang walaupun dengan cara abnormal.

Kesimpulan : VENTRIKEL TAKIKARDI Dengan Gambaran Yang Monomorphic






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.32

1. Jarak RR interval antara beat yang satu dengan yang lain sama(34 kotak kecil atau 34 mm), menandakan iramanya teratur/regular. Tidak ada ditemukannya gel P dengan adanya komplek QRS yang melebar, menandakan pacemaker berasal dari furkinje.

2. Frekfensi jantungnya adalah 1500:34 kotak kecil = 44 x/menit

3. Tidak ada gel P,Q. Yang ada cuma gel R dan gel S yang melebar bersama dengan gel T, komplek QRS yang melebar.

4. Kesimpulan : ACCELERATED IDIOVENTRIKULAR , kenapa saya katakan accelerated? karena normal pacemaker pada furkinje adalah 20 - 40 x/menit, jadi kalau frekfensi jantungnya lenih dari 40 x/mnt atau antara 40 - 100 mengalami accelerated.







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.33

Seperti halnya dengan gambar EKG stri no.31, EKG strip yang ini juga sudah familiar didunia medis.

Kesimpulan : VENTRIKEL FIBRILASI







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.34

1. Secara umum RR interval jaraknya, tingginya sama dan teratur, akan tetapi kita tidak bisa mengatakan iramanya teratur karena di beat ke 4 & 15 tampak sekali komplek QRS abnormal dan lebar yang berasal dari ventrikel. Mungkin anda akan mengira kalau tampak adanya gel P, tapi itu bukan gel P melainkan gel T. Sebenarnya ada gel P dan tidak terlihat karena terbenam oleh gel T. Jadi pada kasus ini pace maker berasal dari atas ventrikel atau supra ventrikel dan bukan dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS adalah 17, jadi frekfensi jantungnya 17 x 10 = 170 x/menit.

3. Gel P tidak tampak karena terkubur bersama gel T,konfigurasi gelombang yang lain masih dalam batas normal kecuali tampak ST depresi dan komplek QRS yang abnormal di beat 4 & 15. Setiap Frekfensi jantung yang melebihi 120x/mnt biasanya akan diikuti oleh ST segmen depresi.

4. Kesimpulan : SUPRA VENTRIKULAR TAKIKARDI (SVT) Dengan 2 Unifocal VES/PVC di beat 4 & 15






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.35

1. Sudah jelas sekali kalau kasus ini iramanya tidak teratur, tidak ada gel P, dan komplek QRS yang tidak beraturan dengan berbagai macam bentuk. Kadang tampak seperi ventrikal takikardi dan vetrikel fibrilasi.

2. Frekfensi jantung tidak bisa kita ukur.

3. Tidak ada bentuk konfigurasi gel yang jelas, hanya tampak seperti ventrikel takikardi dan ventrikel fibrilasi yang berubah tidak beraturan.

4. Kesimpulan : TORSADE DE POINTES






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.36

1. Ada 3 komplek QRS dengan bentuk yang sama yaitu di beat 1,3 & 4, dimana jarak RR interval pada komplek QRS ini sama. Mungkin anda akan mengira iramanya teratur,tapi anda tidak bisa mengatakan iramanya teratur jika ditemukan komplek QRS yang berbeda atau ektra sistole. Lihat di beat ke 2 komplek QRS yang berbeda dengan 3 komplek QRS yang mempunyai bentuk yang sama, beat ke 2 menandakan adanya ekstra sistole dari ventrikel.
Tidak ditemukan adanya gel P, menandakan pacemaker berasal dari furkinje.

2. Frekfensi jantungnya adalah dengan mengalikan jumah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jmlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 4, jadi frekfensi jantungnya 4 x 10 = 40 x/menit.

3. Tidak ada gel P, hanya komplek QRS yang melebar ditiap beat.

4. Kesimpulan : IDIOVENTRIKULAR Dengan 1 Unofokal VES/PVC di beat 2






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.37

Saya yakin tidak ada yang belum tahu gambaran EKG strip ini...

Kesimpulan : ASISTOLE







Gambar EKG (elektrokardiografi)Strip No.38


1. Jarak RR interval dan PP interval antara satu beat dengan yang lainya adalah sama. Jadi kita katakan iramanya teratur.

2. Frekfensi jantunganya adalah 1500 : 35 kotak kecil = 42x/menit

3. Ada banyak gel P yang bisa kita lihat, dan ada 2 gel P yang tidak diikuti komplek QRS. Komplek QRS masih dalam batas normal, juga dengan gel Q,R,S,T masih dalam batas normal. Tapi anda bisa hitung PR interval, dimana PR interval mempunyai jarak yang sama ditiap beat. Adanya satu atau lebih gel P tidak diikuti oleh komplek QRS dan PR interval dengan jarak yang konstan (baik normal atau tidak)di setiap beat adalah ciri khas AV blok second degree type II.

4. Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGREE TYPE II 3 : 1 (kenapa 3:1? karena ada 3 gel P dan 1 komplek QRS)







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.39

1. Jarak RR/PP interval antara beat yang satu dengan lainnya sama kecuali jika anda jeli. Coba ukur lagi RR interval antara beat 5 dengan 6 atau 6 dengan 7, tidak sama kan? ini menunjukan irama tidak teratur.
Adanya gel P yang bentuknya normal menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya adalah mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan
10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 8, jadi frekfensi jantungnya 8 x 10 = 80x/menit.

3. Tolong anda lihat beat ke 6, dimana pada beat ini tidak diawali dengan gel P tapi komplek QRS nya masih normal.Semua konfigurasi gelombang masih dalam batas normal kecuali PR interval yang memanjang dengan jarak yang sama di setiap beat.

4. Kesimpulan : AV BLOK FIRST DEGREE Dengan 1 Junctianal ekstra sistole/JPC dibeat 6






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.40

1. Jarak PP interval di setiap beat sama, tapi jarak RR interval di beat 3 & 4 tidaklah sama. Untuk menghitung frekfensi jantung selalu menggunakan komplek QRS dengan mengukur jarak RR interval antara beat ke beat. Jadi pada kasus ini kita katakan iramanya tidak teratur. Adanya gel P yang bentuknya normal menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya adalah mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 6, jadi frekfensi jantungnya 6 x 10 = 60x/menit.

3. PR interval secara progresive memanjang dan komplek QRS yang melebar,. Anda lihat beat 1 PR interval awalnya normal 4 mm atau 4 kotak kecil, di beat 2 dan 3 makin memanjang, dan antara beat 3 dengan 4 anda bisa lihat ada gel P yang tidak diikuti komplek QRS dan PR interval di beat ke 5 kembali dengan panjang PR interval 4mm atau 4 kotak kecil.

4. Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGREE TYPE I atau WENCKEBACH Dengan BUNDLE BRANCH BLOCK ( QRS melebar kemungkinan adanya BBB)







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.41


1. Tolong amati dengan jeli,pada kasus ini sama dengan kasus ekg strip no.40. RR interval tidak teratur, walaupun PP interval teratur tapi pada kasus ini tetap kita katakan kalau iramanya tidak teratur. Sudah pasti ada gel P menandakan irama dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya adalah mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah kmplek QRS adalah 7, jadi frekfensi jantungnya 7 x 10 = 70x/menit.

3. Baca point 3 di ekg strip no.40. Yang membedakan pada kasus ini mempunyai komplek QRS yang normal dan konfigurasi gelombang ekg lainnya normal, kecuali PR interval yang harus mendapat perhatian.

4. Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGRRE TYPE I Atau WENCKEBACH








Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.42

Pada kasus ini anda bisa lihat ekg strip no.38, yang membedakan hanya pada PP interval yang tidak sama, Gel T inverted, tidak ada gel Q.

Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGRRE TYPE II Dengan T Inverted







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.43

1. Anda harus bener2 jeli mangamati tiap konfigurasi gelombang. RR dan PP interval mempunyai panjang yang sama di setiap lead menunjukan irama teratur. Ada gel P menandakan irama dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya adalah 1500:26 kotak kecil = 58x/menit

3. Yang menarik buat perhatian kita pada kasus ini adalah konfigurasi komplek QRS yang tampak berbeda di setiap beat. Kenapa? karena gel P juga kadang ikut membentuk komplek QRS juga yang menyebabkan komplek QRS bentuknya berbeda di setiap beat. Coba anda ukur PP interval dengan melihat gel P antara beat 1&2 dengan beat 2&3 yang panjangnya 30 mm. Coba anda perhatikan dengan teliti, dimana setengah panjang PP interval yang saya sebutkan tadi (30mm)sebenarnya muncul gel P yang bisa muncul dimana saja, bisa di komplek QRS atau gel T yang menyebabkan bentuk konfigurasi gelombangnya akan tampak bebeda. Tampak juga komplek QRS yang melebar.

4. Kesimpulan : AV BLOK TOTAL/KOMPLIT atau AV BLOK THIRD DEGREE Dengan BBB







Gambar EKG (elektrokardiografi)Strip No.44

1. Sebenarnya irama dasarnya adalah teratur, karena adanya komplek QRS yang abnormal( di beat 4,7,9) sehingga RR interval antara beat yang normal dengan beat yang abnormal berbeda jaraknya dengan RR interval antara beat yang normal dengan beat yang normal. Hal ini kita katakan kalau iramanya tidak teratur, sehingga pada penghitungan frekfensi jantung menggunakan untuk irama yang tidak teratur. Adanya gel P menunjukan irama berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya dengan mengalikan jumlah komplek QRS daam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS adalah 9, jadi frekfensi jantungnya adalah 9 x 10 = 90x/menit.

3.Semua konfigurasi gelombang masih dalam batas normal, kecuali PR interval yang memanjang, komplek QRS yang abnormal dan berbeda bentuknya di beat 4,7,9.

4. Kesimpulan : AV BLOK FIRST DEGREE Dengan Multifocal VES/PVC di beat 4,7,9






Gambar EKG (elektrokardiografi)Strip No.45

Kurang lebihnya penjelasanya sama dengan ekg strip no.43.
Kesimpulan : AV BLOK TOTAL/KOMPLIT Atau THIRD DEGREE AV BLOK



Demikian diskusi jawaban latihan mambaca EKG strip, mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan atau jawabanya mungkin jauh dari kebenarannya. Silahkan jika ada yang ingin ditanyakan. TERIMA KASIH


Baca selengkapnya.....
posted by Abu Nazmah @ 4:21 PM  
Diskusi Jawaban Latihan EKG Strip No.16 - 30
Tuesday, June 30, 2009
Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.16

1.Jarak RR/PP interval antara beat yang satu dengan yang lain berbeda, menandakan irama irregular atau tidak teratur. Anda harus jeli juga disini, ada 2 gelombang P yang berbeda menandakan pacemaker berasal dari 2 tempat yang berbeda. Karena disetiap beat memiliki komplek QRS yang normal maka sudah pasti kalau kedua pacemaker itu berasal dari atas ventrikel.

2. Frekfensi jantungnya kita hitung dengan mengalikan jumlah normal komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 5, jadi frekfensi jantungnya 5 x 10 = 50x/menit

3. Semua konfigurasi gel adalah normal kecuali ada 2 macam bentuk gel P yang menjadi perhatian kita. Dua (2) defleksi positip dengan bentuk yang normal dimana berasal dari pacemaker SA node dan 3 defleksi positip gel P berbentuk runcing yang berasal dari otot atrium.
Coba anda perhatikan PP interval antara beat 1 dengan beat 2 jaraknya 58 kotak kecil atau 58 mm dengan bentuk gel P yang sama. Kemudian anda perhatikan dan hitung PP interval antara beat 1 dengan beat 2, dimana gel P pada beat 2 mempunyai bentuk gel P yang berbeda dengan beat 1. Kita dapatkan PP interval antara beat 1 dengan beat 2 adalah 21 kotak kecil atau 21 mm.
Semua pacemaker akan mengeluarkan impuls secara teratur dengan periode tertentu yang akan menghasilakan jarak atau interval yang sama dan bentuk gelombang yang sama.
Di beat 1 kita ketahui kalau impuls berasal dari SA node. Seharusnya gel P yang normal akan muncul setelah 29mm (jarak beat 1 & 3= 58 lalu dibagi 2 = 29 mm) pada kasus ini ada gel P yang muncul premature dengan jarak 21 kotak kecil atau 21 mm dari normal gel P di beat 1. Di beat 4 juga tampak gel P yang prematur seperti di beat 2.

2. Kesimpulan : SINUS BRADIKARDIA Dengan 2 AES/PAC dibeat 2&4 (Atrial ekstra sistole/pemature atrial contraction)






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.17

1.Tampak Komplek QRS yang muncul secara beraturan, begitupun dengan gel P yang walaupun keduanya dalam bentuk yang berbeda dengan yang normal. Tapi kita katakan kalau pada kasus ini iramanya teratur. Karena ada gel P yang biarpun bentuknya beda tapi kita katakan pacemaker berasal dari atas ventrikel atau atrium tp bukan dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya 1500:21 kotak kecil = 71x/menit

3. Gel P mirip seperti gigi gergaji jd kita tidak bisa mengukur PR interval, tidak ada gel Q, tampak gel Rr, tidak ada gel S, Komplek QRS yang lebar lebih dari normal, tidak ada gel T karena terbenam di gel P.

4. Kesimpulan : ATRIAL FLUTTER 4:1 NORMAL VENTRIKEL RESPON Dengan BUNDLE BRANCH BLOK (kita tidak bisa mengatakan Bundle Branch Block kiri atau kanan untuk ekg strip, kecuali kita tahu diambil dari lead mana ekg strip itu)






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.18

1. Jarak RR dan PP interval disetiap beat tidak sama, jadi kita katakan iramanya tidak teratur. Adanya gel P yang tidak karuan bentuknya menandakan pacemaker berasal dari otot atrium.

2. Karena irama tidak teratur, maka menghitung frekfensi jantungnya dengan cara mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah normal komplek QRS dalam 6 detik adalah 18. Jadi frekfensi jantungnya 18 x 10 = 180x/mnt.

3. Gel P yang bentuknya tidak karuan, semua konfigurasi gel EKG disetiap beat mengalami perubahan. Kita cukup memperhatikan morfologi komplek QRS yang tingginya tidaklah sama dari beat ke beat, inilah yang membedakannya dari SVT jika gel P pada atrial fibrilasi tidak ada atau halus sekali.

4. Kesimpulan: ATRIAL FIBRILATION Dengan RAPID RESPON VENTRIKEL (kenapa saya katakan rapid respon dari ventrikel, karena frekfensi jantungnya melebihi dari 100x/menit, pada kasus ini sangat membahayakan jiwa pasien)







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.19

Pada EKG strip no.19 ini, penjelasanya setidaknya sama dengan EKG strip no.14. Tapi di EKG strip yang ini perubahan terjadi dari Sinus Bradikardi ke SVT.

Kesimpulan : PSVT (Paroksimal Supra Ventrikular Takikardi)yaitu perubahan mendadak dari irama Sinus Bradikardi menjadi Supra Ventrikular Takikardi.






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.20

1. Saya rasa anda sudah mahir untuk menentukan irama teratur atau tidak. Pada kasus ini RR interval tampak teratur, sebenarnya kalau anda ukur dengan benar tidaklah sama. Anda juga mungkin bingung dengan gel P disini, iya kan? Jangan panic,perhatikan dengan jeli....pada beat 2,3,4 dan 7,8 tampak ada gelombang P dengan defleksi negatif. Lihat juga di beat 5 & 6 tidak ditemukan adanya gelombang P. Anyway kita mendapatkan komplek QRS di semua beat.
Kalau anda menemukan kasus seperti ini, dengan gel P berdefleksi negatif, tidak ada gel P, atau gel P defleksi negatif setelah komplek QRS....anda jangan ragu untuk mengatakan irama ini berasal dari pacemaker AV node atau daerah junction dengan catatan adanya normal komplek QRS atau dengan bundle branch blok.

2. Frekfensi jantungnya jumlah komplek QRS dalam 6 deti adalah 8, jadi frekfensi jantungnya 8 x 10 = 80x/menit

3. Semua konfigurasi gelombang normal kecuali gel P yang menjadi perhatian disini (baca point 1).

4. Kesimpulan : ACCELERATED JUNCTIONAL karena frekfensi jantungnya melebihi impuls normal di AV node atau daerah junction (40 - 60 x/mnt) tapi kurang dari 100x/menit.







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.21

1. Ada 11 normal komplek QRS dimana jarak RR intervalnya sama kecual RR interval antara beat ke 5 & 7 dengan beat beat ke 9 & 12, kita pastikan kasus ini iramanya tidak teratur. Anda pasti bingung menemukan gel P, iya kan? Perhatikan dengan jeli, setelah gel S selesai diikuti defleksi negatif gel P. Jadi gelombang P muncul setelah komplek QRS tapi berdefleksi negatif. Maka impuls berasal dari pacemaker AV node atau daerah junction.

2.Frekfensi jantungnya yaitu dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS ada 13, jadi frekfensi jantungnya 13 x 10 = 130 x/menit

3. Gel P berdefleksi negatif (retrograde conduction) setelah komplek QRS, konfigurasi gelombang yang lain dalam batas normal kecuali beat ke 6 dan 11 dengan gambaran yang abnormal. Kedua beat ini berasal dari ventrikel yang muncul secara premature sehingga gambaran komplek QRS nya abnormal, tapi tetap kita namakan sebagai komplek QRS karena berasal dari kontraksi ventrikel.

4. Kesimpulan : JUNCTIONAL TAKIKARDI Dengan 2 Unifocal VES/PVC di beat 6 dan 11. (kenapa saya katakan unifocal/uniform & takikardi? karena kedua VES atau PVC mempunyai bentuk yang sama dan frekfensi jantungnya melebih 100x/menit)








Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.22

1. Jarak RR interval di setiap beat tidak sama, jadi kita katakan iram tidak teratur. Tidak ditemukanya gelombang P tapi adanya komplek QRS di setiap lead sekilas normal bentuknya dan tidak melebar. Maka anda harus yakin kalau sumber pacemaker berasal dari AV node atau daerah junction.
2. Frekfensi jantungnya dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 7, jadi frekfensi jantungnya adalah 7 x 10 = 70x/menit.

3. Tidak ditemukan adanya gel P, dan semua konfigurasi gelombang yang lain dalam batas normal. Saya yakin anda pasti bingung menghadapi kasus ini...tenang! Kita lihat dengan jeli...lihat lagi dan bandingkan setiap komplek QRS di setiap beat dengan beat lainnya.
Kalau anda jeli, komplek QRS di beat 1,3,5,7 berbeda dengan komplek QRS di beat 2,4,6. Anda lihat RR interval antara beat 1&3 jaraknya 42 kotak kecil atau 42mm. Seharusnya beat yang kedua akan muncul pada jarak ke 21mm (42:2=21), pada kasus ini kita lihat jarak RR interval dari beat 1&2 memendek yaitu 16 kotak kecil atau 16 mm, begitu juga RR interval pada beat ke 3 dengan 4 yaitu sama 16 mm.
Jadi adanya pacemaker premature yang berasal dari AV node atau daerah junction juga.

4. Kesimpulan : ACCELERATED JUCTIONAL Dengan JES/PJC Bigimini(JES=juctional ekstra sistole, PJC= premature junctional contraction). Kenapa bigimini?karena JES/PJC muncul alternate/selang seling dengan irama dasarnya yaitu accelerated junctional.







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.23


1. Irama teratur karena jarak RR interval disetiap beat sama, begitupun juga dengan PP interval yang walaupun gel P berdefleksi negarif. Karena gel P nya berdefleksi negatif, maka kita yakin kalau sumber pacemaker berasal dari AV node atau daerah junction.

2. Frekfensi jantungnya 1500: 38 kotak kecil = 40 x/menit

3. Semua konfigurasi gelombang dalam batas normal, kecuali gelombang P yang berdefleksi negatif.

4. Kesimpulan : JUNCTIONAL RHYTM (Ingat kalau impuls yag dikeluarkan oleh pacemaker AV node atau daerah junction adalah kurang lebih 40-60x/menit, jika irama junction frekfensinya antara 60-100 dinamakan accelerated junctional, jika frekfensinya lebih dari 100x/menit dinamakan junctional takikardi).







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.24

Pada kasus ini hampir sama dengan kasus ekg strip no.23, hanya yang membedakan frekfensi jantungnya saja yaitu 150x/menit

Kesimpulan : JUNCTIONAL TAKIKARDI







Gambar EK (elektrokardiografi) Strip No.25

Pada kasus ini juga penjelasanya sama dengan ekg strip no.23, hanya yang perlu anda perhatikan pada kasus ini adalah adanya ST segmen elevasi dan frekfensi jantungnya 47x/menit.

Kesimpulan :JUNCTIONAL RHYTM Dengan adanya ST Segmen Elevasi






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.26


1. Anda tidak salah kalau mengatakan iramanya teratur karena jelas sekali tanpa dihitung juga tampak teratur dan saya setuju sekali dengan pendapat anda. Akan tetapi jika anda praktek langsung dengan pasien dan mengeceknya lewat stetoskop atau palpasi, anda tidak akan mendapatkan denyut jantung yang teratur. Jadi untuk kasus ini, gunakan cara menghitung frekfensi jantung yang tidak teratur. Tidak adanya gel P disetiap beat, tapi ada komplek QRS yang normal juga ada juga yang abnormal. Jadi acuan kita pada komplek QRS yang normal, so kita yakin bahwa sumber pacemaker utama berasal dari AV node atau daerah junction.

2. Frekfensi jantungnya adalah dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Didapatkan jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 16, jadi frekfensi jantungnya 16 x 10 = 160 x/menit.

3. Tidak ada gel P, adanya komplek QRS alternate atau bergantian muncul dengan komplek QRS abmormal.

4. Kesimpulan : JUNCTIONAL TAKIKARDI Dengan Unifocal/Uniform VES/PVC R on T BIGIMINI
(kenapa saya katakan R on T ? karena VES/PVC muncul tepat diatasnya gel T )







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.27

1. Aduh bagaimana jelasinnya....ok, yang jelas iramanya tidak teratur karena RR interval tidak sama antara beat 1 s/d 7 jika anda ukur. Tidak adanya gel P tapi adanya normal komplek QRS, walaupun ada juga komplek yang anda lihat abnormal yaitu di beat 2,5,7. Jadi anda harus yakin kalau impuls berasal dari pacemaker AV node atau daerah junction.

2. Frekfensi jantungnya adalah kalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 15, jadi frekfensi jantungnya 15 x 10 = 150 x/menit.

3. Tidak ada gelombang P, konfigurasi gelombang yang lain dalam batas normal kecuali pada beat 2,5,7 dimana komplek QRS yang lebar dan muncul diatas gel T.

4. Kesimpulan : JUNCTIONAL TAKIKARDI Dengan 3 Unifocal VES/PVC R on T di beat 2,5,7







Gambar EKG (elektrokardiografi)Strip No.28

1. Tidak perlu jelaskan secara detail ya, saya yakin anda mengerti untuk menentukan irama teratur atau tidak. Saya yakin anda masih kebingungan kalau kasus ini mempunyai gel P atau tidak, karena ada gelombang yang mungkin anda kira gel P. Sekali lagi anda harus jeli ....tidak ada gel P di sini. Langsung aja kalau impusl berasal dari pacemaker AV node atau daerah junction.

2. Frefensi jantungnya adalah 11 x 10 = 110 x/menit

3. Tidak ada gel P,komplek QRS dalam batas normal kecuali di beat 5 dan 9, gel S menyatu dengan adanya ST segmen depresi.

4. Kesimpulan : JUNCTIONAL TAKIKARDI Dengan 2 Unifocal VES/PVC dibeat 5,9 dan ST Depresi






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.29

Saya rasa semua sudah tahu pada kasus ini, jadi tidak perlu dijelaskan
Kesimpulan : VENTRIKEL TAKIKARDI







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.30

1. Jelas sekali iramanya tidak teratur, ada gel P normal di beat 1,3,4,8. Jadi pacemaker berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantunganya adalah 8 x 10 = 80 x/menit

3. Adanya gel P yang diiukuti normal komplek QRS, kecuali pada beat 2,5,7 yang memiliki bentuk komplek QRS yang berbeda.

4. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan MULTIFOCAL VES/PVC Di beat 2,5,7



Baca selengkapnya.....
posted by Abu Nazmah @ 11:15 AM  
Diskusi Jawaban Latihan EKG Strip No.1 - 15
Monday, June 29, 2009
Bagi para pemula interpreter EKG (elektrokardiografi), entah itu seorang dokter atau perawat maupun tenaga kesehatan lainnya harus mempunyai langkah dasar yang menuntun kita saat membaca atau menginterpretasi sebuah ekg strip maupun ekg 12 lead. Sehingga anda tidak mengalami kebingungan atau keraguan saat memulai interpretasi dan menyimpulkan hasil dari analisa EKG anda.

Tolong anda ikuti langkah dibawah ini secara berurutan saat anda membaca EKG (elektrokardiografi) strip :

1. Pastikan ekg strip yang kita baca di rekam dengan kecepatan 25mm/detik dengan voltase 1 mV

2. Tentukan irama jantung (teratur atau tidak teratur) dan dari pacemaker mana berasal (SA, AV atau Furkinje)

3. Hitung frekwensi denyut jantung dengan cara yang tepat

4. Identifikasi morfologi gelombang EKG (elektrokardiografi) (gel P,Q,R,S,T, komplek QRS, PR interval, ST segmen, QT interval). Ingat !! Dalam ekg strip harus mempunyai bentuk konfigurasi gelombang yang sama dari beat to beat (1 beat terdiri dari gel PQRST), kecuali terdapat sumber pacemaker yang berbeda tempat.

5. Kesimpulan







Bagi anda yang kurang basic ekg-nya...sebaiknya baca dulu blog kursus ekg sebelum mengikuti diskusi ini.
(Semua gambar EKG strip ini direkam dengan kecepatan 25 mm/detik dengan voltase 1 mV)



Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.1

1. Jarak RR/PP interval antara beat yang satu dengan beat yang lainnya sama (43 kotak kecil/43mm), menandakan Irama regular/teratur, adanya defleksi positip gel P dengan bentuk yang sama dan diikuti oleh normal komplek QRS dengan bentuk yang sama pula, ini menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantung 1500: 43 kotak kecil = 35 x/menit

3. Gel P,Q,R,S,T normal, komplek QRS normal PR interval normal, ST segmen normal, QT interval memanjang 0,45 detik.

4. Kesimpulan : SINUS BRADIKARDIA DG PROLONG QT INTERVAL




Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.2

1. Jarak RR/PP interval antara beat yang satu dengan beat yang lainnya sama (23 kotak kecil/23mm), menandakan irama regular/teratur, adanya defleksi positip gel P dengan bentuk yang sama menandakan pacemaker berasal dari SA node

2. Frekfensi jantung 1500:23 kotak kecil = 65 x/menit

3. Gel P tinggi dan lebar normal tapi bentuknya agak runcing (?P pulmonal), pada ekg strip penemuan seperti ini kita abaikan. Tidak ada gel Q kita abaikan juga, gel RST normal. Adanya gel U, QT interval dan komplek QRS normal

4. Kesimpulan : NORMAL SINUS RHYTM DENGAN ADANYA GELOMBANG U





Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.3

1. Jarak RR/PP interval antara beat yang satu beat dengan yang lain sama (10 kotak kecil/ 10 mm)menandakan irama teratur, adanya defleksi positip gel P dengan bentuk yang sama dan diikuti oleh normal komplek QRS dengan bentuk yang sama pula, ini menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantung 1500:10 kotak kecil = 150 x/menit

3. Gel P tingginya lebih dari 2,5mm dan runcing sekali menandakan P pulmonal, gel QRST normal, QT interval memendek, ST segmen tampak depresi.

4. Kesimpulan: SINUS TAKIKARDI DENGAN P PULMONAL (QT interval dan ST segmen depresi kita abaikan pada kasus ini karena dengan frekfensi jantung melebih 120x/mnt selalu diikuti dengan QT interval memendek dan ST segmen depresi)





Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.4

1. Jarak RR/PP interval antara beat 1 & 2, 2 & 3, 3 & 4, 4 & 5, adalah sama. Tapi di beat ke 6, tidak di mulai dengan gel P dan bentuknya melebar. Di beat ke 7 kembali adanya gel P yang sama dengan gel P di beat 1,2,3,4,5 yang diikuti oleh bentuk komplek QRS yang sama pula.
Pada kasus ini kita tidak bisa mengatakan irama regular atau teratur, karena pada saat pengecekan frekfensi jantung baik menggunakan stetoskop maupun palpasi radial arteri yang kita dapatkan tidak teratur. Akan tetapi pada kasus ini pacemaker masih dominan berasal dari SA node dan pada beat ke 6 kita tetap namakan komplek QRS biarpun bentuknya tidak normal.

2. Karena iramanya tidak teratur, maka frekfensi jantung dihitung dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini terdapat 8 normal komplek QRS, jadi frekfensi jantungnya 8 x 10 = 80x/menit.

3. Gel PQRS normal, PR& QT interval normal. Adanya ST segmen depresi dan abnormal beat yang tidak diawali dengan gel P yang komplek QRS nya abnormal/melebar yang mana ini berasal dari otot ventrikel.

4. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan 1 VES (Ventrikel Ekstra Sistole)dan ST SEGMEN DEPRESI






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.5

1. Jarak antara RR/PP interval sama menandakan iramanya regular/teratur, adanya gel P dengan bentuk yang sama dan juga diikuti oleh komplek QRS dengan bentuk yang sama pula, menandakan pusat pacemaker berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantung 1500:10 kotak kecil = 150x/menit

3. Gel PQRST smuanya normal, PR interval normal, QT interval memendek (setiap HR melebihi 120x/mnt, automaticly QR interval memendek, kadang juga disertai dengan ST depresi).

4. Kesimpulan : SINUS TAKIKARDI






Gambar EKG (elektrokardiografi)Strip No.6

1. Jarak RR/PP interval di beat 1&2, 2&3 adalah sama, akan tetapi beat berikutnya yaitu beat ke 4 baru muncul setelah adanya gap atau jedah yang jaraknya melibihi 2 kali jarak RR/PP interval sebelum dan sesudahnya. Kita tidak bisa mengatakan iramanya teratur (lihat penjelasan ekg strip no.4). Adanya defleksi positip gel P yang diikuti komplek QRS yang menandakan pacemaker berasal dari SA node, akan tetapi SA node gagal untuk mengeluarkan impuls sebagaimana waktunya sehingga terjadi gap atau jedah yang melebih 2x jarak yang seharusnya.

2. Frekfensi jantung kita hitung dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini terdapat 5 komplek QRS dalam 6 detik. Jadi frekfensi jantungnya 5 x 10 = 50 x/menit.

3. Konfigurasi gelombang semuanya normal

4. Kesimpulan : SINUS ARREST ATAU SINUS PAUSE ( Pada kasus yang sama dengan gap atau jedah persis sama 2 kali dengan jarak RR/PP interval dinamakan Sinus Block)






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.7

1. Jarak RR/PP interval antara beat 1&2 dan beat 3&4 berbeda, menandakan irama tidak teratur. Adanya defleksi positip gel P yang diikuti komplek QRS dengan bentuk yang sama, menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Karena irama tidak teratur/irregular, maka penghitungan frekfensi jantung dengan mengalikan jumlah normal komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah normal komplek QRS adalah 7. Maka frekfensi jantungnya 7 x 10= 70x/menit.

3. Semua konfigursi gelombang normal, kecuali tampak adanya ST segmen depresi (pada ekg strip boleh kita abaikan).
Kesimpulan : SINUS ARRHYTMIA






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.8

1. Jarak antara RR/PP interval sama kecuali antara beat 4&5, dimana adanya gap atau jedah yang jaraknya persis 2 kali jarak antara RR/PP interval sebelum dan sesudahnya. Kita katakan iramanya tidak regular/tidak teratur. Adanya defleksi positip gel P ditiap beat yang diikuti oleh komplek QRS, ini menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Karena irama tidak teratur, maka penghitungan frekfensi jantung dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS adalah 7, jadi frekfensi jantungnya 7 x 10= 70 x/menit.

3. Semua konfigurasi gelombang dalam batas normal.

4. Kesimpulan: SINUS BLOCK/SINUS ATRIAL BLOCK






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.9

1. Jarak RR/PP interval di setiap beat sama(19 kotak kecil/19mm), menandakan irama regular/teratur. Adanya defleksi positip gel P normal yang diikuti oleh normal komplek QRS disetiap beat, menandakan pacemaker berasal dari SA node.

2. Frekfensi jantungnya 1500:19 kotak kecil = 79 x/menit

3. Semua konfigurasi gelombang dalam batas normal

4. Kesimpulan : SINUS RHYTM







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.10

1. Jarak RR/PP interval ditiap beat tidaklah sama, ini menandakan irama tidak teratur/irregular. Adanya defleksi positip gel P disetiap beat yang diikuti oleh normal komplek QRS. Anda harus jeli disini, dimana bentuk gel P antara beat 1&2 atau 1&6 berbeda walaupun defleksi gel P positip. Akan tetapi, tidak semua gel P yang defleksinya positip berasal dari normal pacemaker(SA node), tapi bisa juga berasal dari cabang pacemaker SA node atau sel-sel pacemaker dari otot atrium yang menghasilkan defleksi positip gel P yang berbeda dengan gel P yang berasal dari normal pacemaker (SA node).

2. Karena irama tidak teratur, maka penghitungan frekfensi jantung dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah normal komplek QRS adalah 7. Jadi frekfensi jantungnya 7x10= 70x/menit.

3.Tampak gel P dan gel T mempunyai lebih dari 2 macam bentuk, konfigurasi gelombang EKG yang lainnya dalam batas normal.

4. Kesimpulan : WANDERING ATRIAL PACEMAKER (artinya lebih dari 2 macam sumber pacemaker yang ditandai dengan lebih dari 2 macam bentuk gel P)






Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.11

1. Pada kasus ini kita tidak menemukan gelombang P karene frekfensi jantung yang sangat cepat mengakibatkan gel P terbenam/tertutup oleh gel T. Jarak RR interval setiap beat adalah sama (6 kotak kecil/6 mm), menandakan irama teratur. Yang saya katakan tadi bahwa gel P tertutup oleh gel T, jadi pada kasus ini pacemaker berasal dari fokus yang sama dan berada di atas ventrikel atau supra ventrikel.

2. Frekfensi jantungnya 1500:6 kotak kecil = 250x/menit

3. Gel P tertutup gel T, PR interval tidak bisa dihitung, QT interval sudah pasti memendek, konfigurasi gelombang yang lain dalam batas normal.

4. Kesimpulan : SUPRA VENTRIKULAR TAKIKARDI (SVT)---> anda harus jeli juga untuk memastikan EKG dengan Supra Ventrikular Takikardi, yaitu anda lihat tinggi dan bentuk komplek QRS nya adalah sama. So anda tidak ragu untuk mengatakan SVT !!







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.12

1. Jarak antara RR interval di setiap beat sama yaitu 16 kotak kecil atau 16 mm, sedangkan jarak antara PP interval di setiap beat juga sama. Anda juga harus jeli membedakan gel P yang normal dengan gel P yang disebut saw tooth (gigi gergaji). Sekilas mungkin anda pikir adalah adanya gel T, itu sebenarnya gel P. Anyway, karena jarak RR interval sama di setiap beat dan PP interval juga sama di setiap beat. Maka kita namakan iramanya teratur/regular. Dan oleh karena adanya gel P biarpun bentuknya seperti gigi gergaji, maka pada kasus ini pacemaker berasal dari atas ventrikel atau otot atrium, yang pasti bukan dari SA node.

2. Spesial untuk menghitung frekfensi pada kasus ini adalah dengan menghitung frekfensi di atrium dan juga di ventrikel. Untuk irama atrium 1500:5 kotak kecil =300x/menit, sedangkan untuk ventrikel 1500:16 kotak kecil= 94x/menit. Jadi perbandingan kontraksi yang dikeluarkan atrium dengan ventrikel adalah 3 : 1, artinya ada 2 gelombang P yang mengalami blok, 1 diantaranya terkubur di komplek QRS.

3. Gel P mirip dengan gigi gergaji, 1 gel P yang mungkin ada kira gel T, 1 gel P lagi terkubur di komplek QRS. Konfigurasi gelombang lainnya (PR interval, QT interval, gel T/ST segmen) tidak bisa diukur, sedangkan gel QRS atau komplek QRS normal.

4.Kesimpulan : ATRIAL FLUTTER 3:1 Normal Respon dari Ventrikel. Kenapa saya katakan normal respon dari ventrikel? Karena kontraksi ventrikel masih dalam batas normal yaitu 94 x/menit. Seandainya impuls yang dikeluarkan oleh atrial direspon secara agresif oleh ventrikel atau dengan kata lain ventrikel berkontrasi sama dengan atrial yaitu 300x/menit, ini akan membahayakan jiwa pasien. Inilah salah satu keistimewaan dari AV node,untuk bisa meredam impuls-impuls yang bisa berakibat fatal buat ventrikel dan bisa membahayakan hidup pasien jika tidak di tangani dengan tepat.








Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.13

1. Jarak antara RR interval di setiap beat sama(7 kotak kecil atau 7 mm), tidak terlihat gel P. Kalau RR interval sama menandakan irama teratur. Tidak adanya gel P bukan berarti pacemaker berasal dari ventrikel, sebenarnya gel P ada tapi terkubur di gel T. Kalau anda beranggapan pacemaker berasal dari ventrikel, itu salah besar karena komplek QRS masih dalam batas normal (tidak lebar). Jadi pada kasus ini pacemaker berasal dari atas ventrikel atau supra ventrikel.

2. Frekfensi jantungnya 1500:7 kotak kecil = 214x/menit

3. Tidak terlihat gel P, gel QRS dan komplek QRS normal dengan bentuk yang sama disetiap beat, PR interval tidak bisa diukur, sudah pasti QT interval memendek. Adanya ST segmen depresi.

4. Kesimpulan : SUPRA VENTRIKULAR TAKIKARDIA (SVT) dengan ST SEGMEN DEPRESI







Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.14

1. Jarak RR interval dari beat 1 s/d 10 adalah sama (8 kotak kecil atau 8 mm)walaupun tidak tampak gel P. Akan tetapi begitu memasuki RR interval antara beat ke-10 dengan beat ke-11 berbeda yaitu 10 kotak kecil atau 10 mm, dan perbedaan akan sangat jelas sekali kalau kita lihat RR interval beat ke-11 dengan beat ke-12 yaitu 18 kotak kecil atau 18 mm. Jadi kita katakan iramanya tidak teratur. Dari mana pacemaker berasal? Dari beat 1 s/d 10 sudah pasti adanya gel P walaupun tidak terlihat dan sebagai jaminannya bentuk komplek QRS masih dalam batas normal, jadi beat 1 s/d 10 pacemaker berasal dari atas ventrikel atau supra ventikel. Sedangkan dari beat 11 s/d 14 berasal dari SA node karena tampak adanya defleksi positip gel P.

2. Untuk kasus seperti ini kita tidak bisa menghitung frekfensi jantungnya karena perubahan yang tiba-tiba dari irama supraventrikular menjadi irama sinus rhytm.

3. Saya rasa sudah jelas di point 1

4. Kesimpulan : PSVT (Paroksimal Supra Ventrikular Takikardi) yaitu perubahan mendadak dari irama SVT (Supra Ventrikular Takikardi memjadi Sinus Rhytm), begitupun sebaliknya perubahan mendadak dari irama Sinus Rhytm menjadi SVT.








Gambar EKG (elektrokardiografi) Strip No.15

1. Pada kasus ini kita tidak bisa mengidentifikasi PP interval karena gel P tidak beraturan, untuk RR interval tampak sekali tidak sama antara beat yang satu dengan yang lainnya. Jadi pada kasus ini iramanya tidak teratur atau irregular. Karena adanya gelombang P yang tidak beraturan, maka pacemaker berasal dari otot atrium.

2. Karena irama tidak beraturan maka frekfensi jantungnya adalah mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS adalah 6, jadi frekfensi jantungnya adalah 6 x 10 = 60 x/menit.

3. Cuma komplek QRS yang tampak jelas walaupun bentuk dan tingginnya disetiap beat tidak sama. Adanya gel P yang bentuknya tidak beraturan.

4. Kesimpulan : ATRIAL FIBRILASI Dengan Normal Ventrikel Respon ( prinsipnya sama dengan penjelasan EKG strip no.12)



Baca selengkapnya.....
posted by Abu Nazmah @ 3:23 PM  
Locations of visitors to this page
About Me

Name: Abu Nazmah
About Me:
Previous Post
Archives
Kursus EKG (elektrokardiografi)
  • Kursus EKG Bagian I
  • Kursus EKG Bagian II
  • Kursus EKGBagian III
  • Kursus EKG Bagian IV
  • Kursus EKG Bagian V
  • Latihan Membaca EKG Strip
  • Latihan Membaca EKG 12 Lead
  • Powered by

    BLOGGER

    © 2006 *** EKG (Elektrokardiografi) & Jantung Kita*** .Alternatives Healthy Life by NSS.