*** EKG (Elektrokardiografi) & Jantung Kita***

***BLOG INI BERISI TENTANG ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG), KESEHATAN JANTUNG, SERTA PENGETAHUAN/SKILL YANG BERGUNA BAGI TENAGA KESEHATAN KHUSUSNYA PARA PERAWAT AGAR LEBIH PERCAYA DIRI DAN MENINGKATKAN KEPROFESIONALANNYA DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN SEBAGAIMANA MESTINYA*** ***LICENSE BOLEH TINGGI, TAPI TANPA DIBEKALI PENGETAHUAN ATAU KETRAMPILAN YANG CUKUP TENTANG MEDIS, MAAF....PROFESI PERAWAT SELALU AKAN DIPANDANG SEBELAH MATA ***

 
MATERI KURSUS EKG :
1. Basic Anatomi Fisiologi Jantung

2. Fundamental Elektrofisiologi Jantung

3. Fundamental EKG

4. Normal EKG atau Normas Sinus Rhytm

5. Aritmia atau Dysritmia

6. Ekstrasistole

7. Blok

8. SVT or Supraventrikular Takikardi

9. Pembesaran Otot Jantung

10. Penyakit Jantung Koroner

11. Pre eksitasi Syndrome

12. EKG Miscellenius

13. Sistematika Membaca EKG

14. Silahkan kontak saya, 082128528085 or 0813125539326
Other things
Other things
Other things
Other things
Diskusi Jawaban Latihan EKG 12 Lead No.21-30
Friday, July 10, 2009
Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.21

1. Identifikasi gel P
Masih tampak jelas gel P berdefleksi positip di lead II dan berdefleksi negatif di aVR dengan diikuti komplek QRS. Dengan adanya gel P yang normal kita yakin kalau pacemeaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Tampak jelas juga komplek QRS dominan berdefleksi positip di lead I dan aVF yang menandakan kalau aksis jantung masih dalam batas normal.

3. Tentukan irama jantung
Saya rasa tanpa diukur juga sudah tampak jelas irama jantungnya teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Saya yakin anda sudah ok dalam menghitung frekfensi jantung. Pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 90 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tampak jelas sekali gel Q patologis pada lead anteroseptal (V1,V2,V3)yang diikuti ST segmen elevasi di lead V1-V4, ST segmen depresi di lead II, III, aVF,V6 dan lead I yang tampak normal tapi sebenarnya ST segmen di lead I mengalami depresi.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead abnormal karena tidak ada gel R melainkan gel Q yang dalam. Keadaan seperti ini dinamakan poor R wave progression.

7. Ditemukan ST segmen elevasi di lead V1, V2, V3, V4 dan ST depresi di lead I, V6, II, III, aVF.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan ACUT MI ANTEROSEPTAL Reciprocal di INFEROLATERAL





Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.22

Pada EKG ini hampir sama dengan gambar EKG 12 lead no.20 . Yang membedakan hanya frekfensi jantungnya saja, dimana pada kasus ini frekfensi jantungnya kurang lebih 85 x/menit.
Silahkan lihat penjelasan pada gambar no.20






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.23

Maaf kesalahan upload (double). Gambar ini sama dengan gambar EKG sebelumnya ya.







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.24

1. Identifikasi gel P
Tampak masih jelas sekali gel P yang berdefleksi positip di lead II dan berdefleksi negatif di lead aVR dengan diikuti komplek QRS menandakan pacemaker dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung.
Tampak komplek QRS dominan defleksi positip di lead I dan dominan berdefleksi negatif di lead aVF menunjukan kalau aksis jantungnya mengarah ke kiri. Atau dengan cara yang lebih akurat dengan melihat lead yang bifasik yaitu di lead aVR. Lead aVR tegak lurus dengan lead III, dimana lead III komplek QRSnya dominan berdefleksi negatif. Jadi aksis jantungnya -60 derajat.

3. Tentukan irama jantungnya
Tampak teratur, jadi irama jantungnya teratur.

4. Hitung frekfensi jantung
Pada EKG ini frekfensi jantungnya kurag lebih 70 x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Anda bisa lihat gel Q yang dalam di lead inferior yang (II, III, aVF) juga diikuti dengan ST segmen elevasi. Biarpun tidak jelas, tapi di lead I, aVL , V5, V6 ditemukan ST depresi. Di Lead V1, V2, dan V3 juga tampak keanehan, yaitu adanya gel R yang tinggi tapi tidak ada perubahan gel T.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead abnormal, dimana gel R yang tinggi ditemuan di V1.

7. Adanya ST segemn elevasi di inferior lead(II, III, aVF) dan ditemuakn juga ST elevasi pada lead yang sama menunjukan MI di inferior. Akan tetapi perubahan komplek QRS di lead V1 bisa kemungkinan adanya gangguan dibagian posterior juga. Kita juga menemukan ST depresi di lead lateral.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan ACUT MI INFERIOR + ISKEMIA DI LATERAL WALL
dan Kemungkinan posterior wall juga mengalami injury.







Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.25
1. Identifikasi gel P
Masih tampak jelas gel P berdefleksi positip di lead II, III, aVF dan berdefleksi negatif di lead aVR. Semua ini menandakan gel P normal yang berasal dari pacemaker SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Komplek QRS dominan berdefleksi positip di lead I tapi berdefleksi negatif di lead aVF yang menunjukan kalau arah aksis jantung mengarah ke kiri. Tepatnya kurang lebih - 30 derajat.

3. Tentukan iramanya
Dari lead II panjang....anda bisa lihat iramanya teratur.

4. Hitung frekfensi jantung
Frekfensi jantungnya kurang lebih 80 x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tampak jelas gel Q patologis diikuti dengan ST elevasi di lead inferior (II, III, aVF), komplek QRS yang lebar yang diikuti dengan perubahan repolarisasi yang ditandai dengan perubahan bentuk ST depresi maupun tampak seperti elevasi di lead (I, aVL, V1-6). Anda juga bisa lihat tidak ada gel Q kecil di lateral lead (I, aVL, V5,V6) serta Q dalam di V1, V2.

6. Konfigurasi komplek QRS di precordial lead abnormal karena tidak ada gel r kecil. Kita namakan poor R wave progession.

7. Gel Q patologis dengan ST elevasi di Inferior (II,III, aVF) menunjukan MI. QRS komplek yang lebar, tidak ada gel r di V1, tidak ada gel q di lead V5/V6, aksis jantung - 30 derajat dan perubahan repolarisasi di lead lateral.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan ACUT MI INFERIOR + LBBB






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.26
1. Identifikasi gel P
Anda bisa lihat secuil gel P di lead II panjang berdefleksi positip. Jadi kita mengatakan kalau pacemaker berasal dari pacemaker.

2. Tentukan aksis jantung
Komplek QRS dominan defleksi positip di lead I dan defleksi negatif di lead aVR menunjukan aksis jantung mengarah ke kiri. Dengan cara yang akurat anda bisa lihat lead yang bifasik tampak di lead II, lead II tegak lurus dengan lead aVL, dimana lead aVL berdefleksi negatif. Jadi aksis jantungnya - 30 derajat.

3. Tentukann irama jantungnya
Tanpa diukur juga anda bisa lihat lead II panjang yang tertata dan teratur. Ini menunjukan kalau iramanya teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Saya yakin anda semua bisa menghitung frekfensi jantungnya. Hasil penghitungan saya adalah kurang lebih 75 x/menit

5. Identifikasi morfologi gelombang
Gel Q di III, V1, V2 yang dalam. Tidak ada el Q di lateral lead (I, V5, V6), komplek QRS yang tampak melebar disemua lead. Tampak jelas T inverted yang dalam di anterolateral lead (V2-V6) sementara T inverted di lead I, aVL disebabkan karena BBB yang mengakibatkan perubahan repolarisasi, begitu juga dengan V5 & V6. Akan tetapi T inverted di V5,V6 begitu dalam.

6. Konfigurasi kompleh QRS abnormal, karena tidak ada gel R kecil di V1 dan tingginya juga tidak mengalami penambahan. Maka kita namakan poor R wave progression.

7. Komplek QRS lebar disemua lead, tidak ada gel Q di lateral lead, tidak ada gel R di V1, gel Q di lead III, aksis jantung -30 derajat atau LAD.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan LBBB dan besar kemungkinan adanya iskemia di anterior wall.






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.27

1. Identifikasi gel P
Gel P normal, defleksi positip di lead II dan defleksi negatif di lead aVR. Untuk itu kita yakin kalau pacemaker berasal dari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Komplek QRS di lead I dan aVF berdefleksi positip, menunjukan kalau arah aksis masih dalam batas normal.

3. Tentukan irama jantung
Dengan melihat lead II panjang dan tanpa di ukur juga tampak teratur.
4. Hitung frekfensi jantungnya
Hasil penghitungan saya, pada EKG ini frekfensi jantungnya kurang lebih 70 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Hampir semua morfologi gelombang normal, kecuali anda bisa lihat jelas dengan adanya ST segmen elevasi di anterior lead (V1, V2, V3, V4).

6. Konfigurasi komplek QRS normal walaupun tidak adanya gel r kecil di V1. Tapi tinggi gel R semakin meninggi dari V2 ke V6.

7. ST elevasi di anterior (V1-V4).

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan ACUT MI ANTERIOR







Gambar EKG (elektrokardiografi)12 lead No.28

1. Identifikasi gel P
Gel P normal, defleksi positip di lead II dan defleksi negatif di lead aVR. Jadi pacemaker berasaldari SA node.

2. Tentukan aksis jantung
Komplek QRS dominan berdefleksi positip di lead I dan aVF, menandakan kalau aksis jantungnya masih dalam batas normal.

3. Tenutkan irama jantung
Pada lead II panjang tampak teratur, jadi iramanya teratur.

4. Hitung frekfensi jantungnya
Hasil penghitungan saya, frekfensi jantungnya kurang lebih 65 x/menit.

5. Identifikasi morfologi gelombang
Tolong dicatat ! setiap lead dengan tinggi gel R yang kurang dari 5 mm, biasanya (tidak semua) akan mempunyai gel T yang datar dan bahkan inverted.
Pada EKG ini tampak ST depresi di anterolaterl lead (I,aVL, V2-V6). Morfologi gel yang lain masih dalam batas normal.

6. Konfigurasi komplek QRS masih normal

7. Cuma ditemukan ST deperesi di anterolateral.

8. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan ACUT ISKEMI DI ANTEROLATERL atau ACUT NON Q WAVE atau ACUT Non STEMI







GAMBAR EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.29
Saya rasa anda sudah mengerti dan mengikuti langkah-langkah yang saya lakukan. Untuk itu pada EKG coba anda lihat di lead II panjang. Anda bisa lihat adanya gel P yang selalu diikuti komplek QRS. Gel apa yang ditujukan oleh anak panah???
Gel yang ditujukan anak panah adalah gel P, dibeat 2 & 4 AES atau PAC. Sementara gel P yang lain yan ditujukan anak panah adalah gel P yang berasal dari sel pacemaker otot atrium yang mengalami blok sehingga tidak bisa diteruskan ke ventrikel. Oleh karena itu gel P tidak diikuti oleh komplek QRS.

Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan AES/PAC BIGIMINI BLOK






Gambar EKG (elektrokardiografi) 12 lead No.30

Saya rasa anda sudah mengerti dan mengikuti langkah-langkah yang saya lakukan. Untuk itu pada EKG coba anda lihat di lead II panjang. Anda bisa lihat adanya gel P yang selalu diikuti komplek QRS. Gel apa yang ditujukan oleh anak panah???
Itu adalah gel P yang tidak diteruskan ke ventrikel yang dikarenakan adanya blok. Tapi gel P yang ditujukan oleh anak panah bukan berasal dari SA node, melainkan dari sel pacemaker yang berasal dari otot atrium yang muncul prematur. Karena gel P yang prematur tersebut muncul selang seling dengan beat yang normal, maka di sebut bigimini.

Kesimpulan : SINUS BRADIKARDI Dengan AES/PAC BLOK BIGIMINI.


Demikian diskusi jawaban latihan mambaca EKG 12 lead, mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan atau jawabanya mungkin jauh dari kebenarannya. Silahkan jika ada yang ingin ditanyakan.

TERIMA KASIH
posted by Abu Nazmah @ 5:25 PM  
Locations of visitors to this page
About Me

Name: Abu Nazmah
About Me:
Previous Post
Archives
Kursus EKG (elektrokardiografi)
  • Kursus EKG Bagian I
  • Kursus EKG Bagian II
  • Kursus EKGBagian III
  • Kursus EKG Bagian IV
  • Kursus EKG Bagian V
  • Latihan Membaca EKG Strip
  • Latihan Membaca EKG 12 Lead
  • Powered by

    BLOGGER

    © 2006 *** EKG (Elektrokardiografi) & Jantung Kita*** .Alternatives Healthy Life by NSS.